Jaguarinfo.id, Manado – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis pembaruan data korban meninggal dunia akibat bencana banjir dan tanah longsor yang melanda tiga provinsi di Pulau Sumatera. Hingga Sabtu (29/11/2025) sore, total korban meninggal mencapai 303 orang, sementara 279 orang masih dinyatakan hilang.
Update ini disampaikan Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto dalam konferensi pers secara daring dari Jakarta, Sabtu sore.
“Korban jiwa terus mengalami penambahan seiring perkembangan operasi pencarian dan pertolongan oleh satgas gabungan,” kata Suharyanto.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Aceh: 47 Meninggal, 51 Hilang
BNPB mencatat terjadi penambahan korban meninggal di Provinsi Aceh, total kini menjadi 47 orang. Selain itu, 51 orang masih hilang dan 8 orang mengalami luka-luka.
Rincian per wilayah:
Wilayah Meninggal Hilang Luka
Aceh Tengah 16 2 –
Bener Meriah 12 13 –
Aceh Tenggara 7 25 5
Pidie Jaya 4 4 –
Bireuen 4 – –
Gayo Lues 2 4 –
Subulussalam 1 – –
Lhokseumawe 1 3 –
Aceh Tamiang – – 3
Sumut: 166 Meninggal, 143 Hilang
Provinsi Sumatera Utara menjadi daerah dengan korban jiwa terbanyak. Total korban meninggal meningkat menjadi 166 orang, bertambah 60 orang dalam satu hari terakhir.
“Pertambahan korban ini berkat operasi pencarian yang dilakukan Basarnas dan satgas gabungan,” ujar Suharyanto.
Sebanyak 143 orang masih hilang di delapan wilayah terdampak:
Tapanuli Utara
Tapanuli Tengah
Tapanuli Selatan
Kota Sibolga
Humbang Hasundutan
Kota Padang Sidempuan
Papak Barat
Mandailing Natal
Sumbar: 90 Meninggal, 85 Hilang
Jumlah korban meninggal di Sumatera Barat tercatat 90 orang, sementara 85 lainnya masih hilang dan 10 orang luka-luka.
Rincian per wilayah:
Wilayah Meninggal Hilang Luka
Agam 74 78 –
Pasaman Barat 1 6 1
Kota Padang Panjang 7 – 3
Kota Padang 5 – –
Solok 1 – –
Tanah Datar 2 1 4
Proses Pencarian Terus Dimaksimalkan
BNPB menyebut operasi pencarian korban masih terus dilakukan dengan mengerahkan tim SAR gabungan, TNI–Polri, relawan, dan pemerintah daerah.
“Prioritas kami adalah evakuasi korban, penanganan pengungsi, dan percepatan pemulihan layanan dasar masyarakat,” kata Suharyanto.
BNPB mengimbau masyarakat di wilayah rawan untuk tetap waspada mengingat curah hujan tinggi diperkirakan masih berlangsung dalam beberapa hari ke depan.



















