Jaguarinfo.id, Jakarta – Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Wamendukbangga) yang juga Wakil Kepala BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, mendorong para ayah untuk terlibat aktif dalam kegiatan pengasuhan melalui aktivitas fisik bersama keluarga. Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan “Run to Hero: Ayah Terlibat, Anak Ceria” yang digelar bertepatan dengan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) di Jakarta, Minggu, 30/11/25.
Sebanyak 1.250 peserta dari berbagai komunitas keluarga mengikuti kegiatan lari bersama tersebut sebagai bentuk simbolik untuk memperkuat peran ayah dalam membangun kedekatan emosional dan tumbuh kembang anak.
> “Keterlibatan ayah tidak sekadar membantu ibu, tetapi menjadi fondasi penting keseimbangan pengasuhan. Hari ini kita melihat para ayah hadir, berlari, dan menjadi teladan bagi anak-anaknya,” ujar Isyana.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Isyana yang turut berlari bersama keluarganya menegaskan bahwa kualitas generasi mendatang tidak hanya ditentukan oleh ibu, tetapi juga oleh ayah sebagai figur pengasuhan yang turut memberikan rasa aman, stimulasi, dan dukungan emosional.
Ia menyebut ibu umumnya memegang peran utama dalam pengasuhan harian, pendidikan awal, serta pemberian ASI. Namun sejumlah kajian ilmiah membuktikan bahwa kontribusi ayah memiliki dampak besar yang kerap memengaruhi perkembangan sosial dan perilaku anak di masa depan.
Berdasarkan Data Pemutakhiran Pendataan Keluarga 2025, tercatat 25,8 persen atau satu dari empat keluarga dengan anak di Indonesia mengalami kondisi fatherless, yakni anak tumbuh tanpa keterlibatan ayah.
Kondisi ini, kata Isyana, harus menjadi perhatian serius karena berbagai studi menunjukkan kehadiran ayah dapat meningkatkan kemampuan bahasa dan kognitif, memperkuat regulasi emosi, menekan risiko perilaku berisiko pada remaja, membentuk karakter disiplin dan rasa percaya diri.
Isyana menegaskan bahwa Run to Hero bukan hanya kompetisi lari, melainkan gerakan untuk membangun kesadaran tentang pentingnya peran ibu dan ayah sebagai “pahlawan keluarga”.
“Setelah kita berlari hari ini, mari kita maknai bahwa menjadi pahlawan keluarga dimulai dari hal-hal yang dilakukan secara konsisten setiap hari,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga membagikan langkah-langkah sederhana untuk memperkuat kualitas pengasuhan, seperti menyediakan waktu berkualitas untuk anak, pemenuhan gizi dan kesehatan, memantau tumbuh kembang sesuai fase usia, penggunaan gawai yang bijak, serta menciptakan suasana rumah yang penuh kasih sayang.
“Jika setiap keluarga menerapkan ini, maka Indonesia akan memiliki generasi yang bukan hanya sehat, tetapi juga cerdas, kuat, berkarakter, dan berdaya saing,” tambahnya.


















