Jaguarinfo.id, Manado – Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi I Manado bergerak cepat menangani dampak bencana banjir bandang yang menerjang wilayah Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara.
Kepala BWS Sulawesi I Manado, Sugeng Harianto, menyatakan bahwa pihaknya telah menerjunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) serta alat berat sejak hari pertama bencana untuk mempercepat proses evakuasi dan pembersihan material.
”Tepatnya kemarin siang, kami sudah menugaskan tim Satgas untuk segera turun melalui Tim Reaksi Cepat. Alhamdulillah, sore harinya pada 5 Januari, kami mendapatkan kapal untuk membawa teman-teman TRC ke sana,” ujar Sugeng kepada media, Rabu (7/1/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Hingga saat ini, BWS Sulawesi I telah mengoperasikan dua unit ekskavator yang difokuskan di wilayah Bahu. Operasi ini dikoordinasikan langsung oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) selaku koordinator lapangan.
Sugeng menjelaskan, satu alat berat difokuskan untuk membuka alur sungai dan membersihkan material banjir, sementara satu unit lainnya dikerahkan untuk membantu pencarian korban yang masih tertimbun.
”Saat itu ada tiga korban yang belum ditemukan. Berdasarkan laporan kemarin sore, satu korban sudah berhasil ditemukan,” jelasnya.
Untuk memperkuat penanganan, tambahan alat berat dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) juga telah tiba di Siau pada Rabu pagi.
”Satu ekskavator dan satu wheel loader dari BPJN sudah berangkat dari Pelabuhan Bitung kemarin siang dan tiba di Siau tadi pagi jam 05.00 WITA,” kata Sugeng.
Terkait distribusi alat, dua unit tetap disiagakan di Bahu, sedangkan tambahan alat dari BPJN kemungkinan besar akan diarahkan ke wilayah Peling. Namun, Sugeng menegaskan bahwa penempatan alat akan bersifat dinamis mengikuti arahan Satgas di lapangan.
Selain fokus pada pembersihan, BWS Sulawesi I menerjunkan enam personel di luar operator untuk memetakan kondisi serta melakukan asesmen dampak bencana. Langkah ini diambil untuk menentukan tindakan jangka pendek dan jangka panjang.
Untuk jangka pendek, fokus utama adalah memastikan alur sungai bersih agar jika terjadi hujan susulan, air dapat mengalir dengan aman. Sedangkan untuk jangka panjang, pihaknya akan melakukan kajian teknis terkait infrastruktur pengendali sedimen.
”Kemungkinan akan dilakukan tindakan lanjutan, baik itu pembangunan sabo dam atau bangunan pengendali sedimen. Namun, semuanya bergantung pada hasil asesmen tim TRC di lapangan,” tambahnya.
Menutup keterangannya, Sugeng menyampaikan rasa bela sungkawa yang mendalam kepada para keluarga korban terdampak bencana di Siau. Mengingat cuaca yang belum stabil, ia meminta masyarakat untuk tetap waspada.
”Kami berharap masyarakat di sana berhati-hati dan selalu mengikuti arahan petugas, baik dari BPBD, TNI, maupun Polri. Cuaca masih belum stabil dan banjir bandang susulan sewaktu-waktu bisa terjadi jika kita tidak waspada,” Tutupnya.



















