Jaguarinfo.id, Manado – Puncak acara HIJRAH Sulut Fest 2026 berlangsung meriah di Atrium Megamall Manado pada Sabtu (28/02). Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Utara menggelar Festival Halal Sulawesi Utara ini untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan hijau bagi masyarakat Bumi Nyiur Melambai.
Kegiatan strategis ini merupakan hasil kolaborasi antara BI Sulut dengan Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Sulut.
Selain memperkuat nilai keagamaan, penyelenggara fokus meningkatkan kepedulian lingkungan serta literasi ekonomi syariah di wilayah tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pengunjung mall dan tamu undangan antusias dengan kegiatan ini.
Kehadiran unsur pemerintah daerah, OJK, perbankan, hingga pelaku UMKM menambah semarak suasana pembukaan di tengah bulan suci Ramadhan.
Kepala BI Sulut, Joko Supratikto, menjelaskan bahwa Indonesia memiliki cita-cita besar pada tahun 2029 mendatang. Beliau menegaskan bahwa pemerintah menargetkan Indonesia menjadi pusat ekonomi syariah dunia dalam kurun waktu tiga tahun ke depan.
”Indonesia saat ini berada di peringkat ketiga dunia berdasarkan laporan SGIE Report 2025, melampaui posisi tahun 2023 yang berada di urutan keempat,” ujar Joko Supratikto saat memberikan paparan di hadapan undangan.
Sektor Unggulan dalam Festival Halal Sulawesi Utara
Pencapaian nasional tersebut mendapat dukungan kuat dari sektor modest fashion yang kini menduduki peringkat pertama dunia. Selain itu, sektor pariwisata ramah muslim serta farmasi halal juga menunjukkan performa gemilang di posisi kedua global.
Namun, Joko mengingatkan bahwa masih ada tantangan besar pada sektor makanan halal serta keuangan syariah. Melalui HIJRAH Sulut Fest 2026, pihaknya terus mengedukasi masyarakat agar sektor-sektor yang tertinggal tersebut dapat segera mengejar ketertinggalan menuju peringkat satu dunia.
ADP
















