Inflasi Januari 2026 Catat Deflasi 0,15 Persen Akibat Penurunan Harga Pangan

- Redaksi

Rabu, 4 Februari 2026 - 22:40 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jaguarinfo.id, Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data terbaru mengenai inflasi Januari 2026 yang menunjukkan tren positif bagi daya beli masyarakat. Pada awal tahun ini, Indeks Harga Konsumen mengalami deflasi sebesar 0,15% secara bulanan (mtm) karena harga pangan yang mulai stabil. Penurunan harga ini terjadi di tengah pengendalian harga pemerintah yang sangat konsisten pada berbagai sektor strategis nasional.

​Kelompok pangan bergejolak atau volatile food menjadi penyumbang terbesar terhadap angka deflasi pada bulan pertama tahun ini. Harga komoditas seperti cabai merah, cabai rawit, dan bawang merah merosot cukup tajam karena pasokan hasil panen mulai melimpah ke pasar. Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah terbukti efektif dalam menjaga distribusi barang pokok tetap lancar di seluruh wilayah Indonesia.

Baca Juga :  DPR Kritik Penanganan TPPO Maritim Polri yang Masih Lemah

​Selain faktor pangan, kelompok harga yang diatur pemerintah (administered prices) juga mencatatkan deflasi sebesar 0,32% secara bulanan. Penurunan harga BBM nonsubsidi menjadi pemicu utama berkurangnya beban biaya transportasi masyarakat pasca libur panjang. Kondisi ini diikuti oleh normalisasi tarif angkutan udara serta bus antarkota setelah masa perayaan Natal dan Tahun Baru berakhir.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Prediksi Ekonomi dan Target Bank Indonesia

​Secara tahunan, angka inflasi Januari 2026 berada pada level 3,55% atau sedikit meningkat karena pengaruh basis rendah pada tahun sebelumnya. Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan bahwa otoritas moneter tetap optimistis terhadap stabilitas ekonomi ke depan. Melalui keterangan tertulisnya, ia menyatakan bahwa konsistensi kebijakan akan menjaga laju harga tetap berada pada sasaran 2,5±1% sepanjang tahun ini.

Baca Juga :  Dinas Perkim Manado Optimalkan Penerangan Jalan, Fokus Atasi Titik Gelap Meski Terkendala Cuaca

​Denny menekankan bahwa penguatan Program Ketahanan Pangan Nasional menjadi kunci utama untuk meredam lonjakan harga yang tidak terduga. Kerja sama erat antara Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP) dan Daerah (TPID) akan terus berlanjut guna memastikan target tersebut tercapai. Bank Indonesia meyakini koordinasi kebijakan ini mampu menciptakan iklim investasi dan konsumsi yang sehat bagi seluruh lapisan masyarakat.

Follow WhatsApp Channel www.jaguarinfo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BI Sulut Perkuat Ekonomi Syariah Lewat Wisata Kuliner Ramadhan 2026
Closing Ceremony Wisata Kuliner Ramadhan, Panitia Apresiasi Bank Indonesia
Digitalisasi Transaksi QRIS Sitaro Melonjak Tajam hingga Rp3,63 Miliar
Jadwal Operasional Bank Indonesia Lebaran 2026: BI-FAST Tetap Beroperasi Penuh
Mudik Bareng Honda 2026: AHM Fasilitasi Ribuan Konsumen Pulang Kampung
Basarnas Manado Gelar Siaga SAR Khusus Lebaran 2026 di Sulut
Wakil Wali Kota Manado Dorong Ketahanan Pangan Melalui Kelompok Tani
Daftar Lengkap Nama PJU dan Kapolsek dalam Sertijab Polres Minut
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 15 Maret 2026 - 23:51 WITA

BI Sulut Perkuat Ekonomi Syariah Lewat Wisata Kuliner Ramadhan 2026

Minggu, 15 Maret 2026 - 22:40 WITA

Closing Ceremony Wisata Kuliner Ramadhan, Panitia Apresiasi Bank Indonesia

Minggu, 15 Maret 2026 - 18:10 WITA

Digitalisasi Transaksi QRIS Sitaro Melonjak Tajam hingga Rp3,63 Miliar

Minggu, 15 Maret 2026 - 16:27 WITA

Jadwal Operasional Bank Indonesia Lebaran 2026: BI-FAST Tetap Beroperasi Penuh

Minggu, 15 Maret 2026 - 14:40 WITA

Mudik Bareng Honda 2026: AHM Fasilitasi Ribuan Konsumen Pulang Kampung

Berita Terbaru