Jaguarinfo.id, Manado – Kabar duka menyelimuti keluarga besar DPC PDI Perjuangan (PDIP) Kota Manado. Tepat di hari perayaan HUT PDIP ke-53, salah satu kader terbaiknya, Astrit Kumentas, S.Sos, menghembuskan napas terakhir pada Sabtu (10/1) pagi.
Dilansir dari Manado Post Mantan Noni Sulut 2004 ini meninggal dunia di usia 40 tahun pada pukul 07:23 WITA di RSUP Prof. Kandou Malalayang. Kepergian sosok yang akrab disapa “Acid” ini meninggalkan kesedihan mendalam, terutama karena bertepatan dengan momen historis bagi partai yang telah ia bela selama 18 tahun.
Astrit bukan sekadar kader biasa. Di kepengurusan DPC PDIP Manado yang baru, ia dipercayakan mengemban amanah sebagai Wakil Ketua Bidang Ideologi dan Kaderisasi. Dedikasinya di dunia politik telah teruji sejak lama, dimulai dari pengabdiannya di tingkat DPD hingga menjadi bagian penting di struktur DPC.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Rekam jejak prestasinya pun cukup mentereng. Ia sempat dinobatkan sebagai Juru Bicara Terbaik dalam Pelatihan Nasional Tim Pemenangan Pilkada 2024. Di luar partai, Astrit juga aktif berkontribusi bagi pembangunan Kota Manado, di antaranya:
Staf Khusus Wali Kota Manado.
Event Coordinator FBKM 2025.
Pengurus KONI Manado (Bidang Pengembangan Olahraga).
Pengurus Ikatan Nyong Noni Sulut (INNS).
Ketua DPC PDIP Manado, dr. Richard Sualang, menyampaikan rasa kehilangan yang sangat mendalam atas kepergian kawan tangguhnya tersebut.
”Selamat jalan, Acid. Di tengah perayaan HUT Partai hari ini, kami harus merelakan seorang kawan seperjuangan yang sangat luar biasa,” ujar Sualang dengan nada duka.
Senada dengan itu, Ketua PAC Malalayang, Jean Sumilat, mengenang Astrit sebagai sosok “teman ideologis” yang teguh pada komitmen partai. Sementara itu, Wakil Ketua DPC Novia Lontoh menyebut loyalitas almarhumah sebagai teladan bagi srikandi partai lainnya.
”Beliau adalah contoh loyalitas tanpa batas. Perjuangannya akan selalu kami kenang dan menjadi bagian dari sejarah PDIP di Manado,” ungkap Novia.
Kepergian anak pertama dari dua bersaudara ini menjadi kehilangan besar bagi dunia politik dan organisasi di Sulawesi Utara, khususnya bagi mereka yang mengenal sosoknya yang energik dan penuh dedikasi.



















