Jaguarinfo.id, Jakarta – Bank Indonesia menghadirkan kelompok tani sebagai salah satu narasumber dalam gelaran BI Bersama Media (BIRAMA) 2025. Keterlibatan kelompok tani menjadi sorotan karena dinilai mampu menunjukkan daya tahan petani menghadapi berbagai kondisi ekonomi maupun perubahan iklim.
Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan bahwa kelompok tani terbukti mampu bertahan dan saling membina ketika mendapatkan pendampingan yang tepat. Menurutnya, penguatan kapasitas menjadi faktor penting untuk menumbuhkan sense of belonging dan produktivitas petani.
“Kelompok tani dapat berkembang apabila dibekali metode serta sistem kerja yang baik. Pendampingan menjadi elemen penting agar ekosistem pertanian tetap berkelanjutan,” ujar Ramdan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara itu, Founder Bernard Tani, Pipit Chandra, menyoroti perlunya kebijakan subsidi yang lebih luas, tidak hanya menyasar pupuk. Ia menilai dukungan perlu diperluas hingga penyediaan fasilitas cold storage, serta sistem informasi manajemen produksi dan pemasaran berbasis real-time agar rantai pasok pertanian lebih efisien.
Pipit juga menekankan pentingnya ketahanan pangan keluarga petani. Menurutnya, remaja hingga ibu rumah tangga dapat diberdayakan untuk mulai bercocok tanam di pekarangan rumah untuk mendukung ketersediaan pangan keluarga.
Menanggapi aspirasi dari pelaku usaha sektor pertanian, Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia, Firman Mochtar, menyampaikan sejumlah langkah yang terus diperkuat BI melalui sinergi kebijakan untuk transformasi ekonomi nasional.
Ia menyebutkan tiga fokus utama, yaitu stabilitas sistem keuangan, dukungan pembiayaan, dan digitalisasi, termasuk pengembangan sistem informasi pertanian sebagaimana diusulkan kelompok tani.
Selain diskusi panel, rangkaian BIRAMA 2025 juga menampilkan sesi live podcast bertema “Generasi Muda Berkarya, Sinergi Ekonomi Melaju Berdaya”. Sesi ini dikemas dengan konsep ringan dan dibawakan oleh podcaster BKR Brothers untuk menyasar segmentasi generasi Z.
Melalui sesi tersebut, Bank Indonesia berharap generasi muda semakin bijak mengelola keuangan sehingga mampu memperkuat daya tahan ekonomi keluarga maupun usaha.



















