Jaguarinfo.id, Manado – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru, tiga unsur strategis di Sulawesi Utara bertemu dan mengeluarkan seruan bersama untuk menjaga kerukunan serta stabilitas daerah. Pertemuan tersebut menghadirkan Kakanwil Kementerian Agama Sulut Dr. Drs. KH. Ulyas Taha, M.Pd, Kapolda Sulut Irjen Pol Dr. Roycke H. Langie, S.I.K., M.H, serta Ketua FKUB Sulut Pdt Lucky Rumopa, M.Th.
Dalam pernyataan bersama itu, seluruh pimpinan lembaga menegaskan pentingnya memperkuat harmoni sosial di tengah momentum keagamaan yang sensitif.
Warga diimbau tetap tenang, menjaga kedamaian, serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi menyesatkan dan konten pemecah belah di media sosial.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kapolda Sulut: Keamanan dan Kerukunan Prioritas Utama
Kapolda Sulawesi Utara Irjen Pol Roycke Harry Langie menegaskan bahwa momentum menjelang Natal dan Tahun Baru harus dijaga bersama. Karena itu, sinergi seluruh elemen masyarakat menjadi kunci menciptakan situasi yang tetap kondusif.
Menurutnya, pesan kerukunan yang disampaikan dalam pertemuan bukan hanya imbauan formal, tetapi merupakan komitmen bersama untuk memastikan seluruh rangkaian perayaan keagamaan berlangsung aman dan penuh sukacita.
Ia juga menekankan bahwa keamanan bukan hanya tugas aparat, tetapi juga membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat.
Tokoh Agama Apresiasi Koordinasi Lintas Lembaga
Tokoh agama Pdt Ricky Tafuama yang turut hadir menyambut baik gelaran pertemuan tersebut. Menurutnya, kolaborasi lintas lembaga merupakan langkah nyata dalam memperkuat iklim toleransi di Sulut.
“Pertemuan ini pertemuan yang baik. Terjadi koordinasi untuk meningkatkan dan menemukan langkah-langkah konkret bagi terciptanya iklim toleransi di Sulut,” ungkap Tafuama.
Ia juga berharap komunikasi antar pemimpin lembaga terus terpelihara.
“Komunikasi harus terus dijaga agar masyarakat Sulut semakin memahami bahwa perbedaan SARA adalah kekayaan kita untuk maju sebagai bangsa yang beradab,” tambahnya.
“Mari jaga kerukunan dan kedamaian jelang Natal dan Tahun Baru,” demikian imbauan yang disampaikan secara bersama.
Para pimpinan lembaga juga mengingatkan masyarakat untuk menghindari tindakan menghakimi, sikap reaktif, maupun perilaku yang berpotensi memicu gesekan antarwarga. Selain itu, masyarakat diminta lebih bijak dalam bermedia sosial dan terus mengedepankan sikap saling menghargai.
Ketua FKUB Sulut Pdt Lucky Rumopa kembali menegaskan bahwa karakter masyarakat Sulawesi Utara harus tetap dijaga.
“Hargai setiap perbedaan dan jagalah jati diri kita sebagai masyarakat Sulawesi Utara yang rukun dan toleran,” ujarnya.
Seruan bersama dari Kemenag Sulut, Polda Sulut, dan FKUB diharapkan menjadi penguatan moral bagi seluruh warga. Dengan komitmen bersama menjaga kerukunan, perayaan Natal dan Tahun Baru 2025 di Sulawesi Utara diharapkan berlangsung damai, sejuk, dan penuh toleransi.


















