Jaguarinfo.id, Manado – Kasus dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) kembali menggegerkan wilayah Sulawesi Utara. Seorang anak perempuan asal Kabupaten Minahasa Utara dilaporkan menjadi korban eksploitasi dan dibawa hingga ke wilayah Papua.
Kasus ini kini tengah ditangani secara intensif oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sulawesi Utara setelah menerima laporan resmi dari pihak keluarga korban.
Korban diduga dibawa keluar dari daerah asalnya oleh seorang perempuan berinisial G, warga Kecamatan Wori, Minahasa Utara. Modus yang digunakan diduga kuat mengarah pada praktik eksploitasi yang dilakukan di wilayah Papua.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kasubdit IV Renakta Polda Sulut, AKBP Paulus Palamba, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan tersebut dan sedang melakukan penyelidikan mendalam.
”Kami sudah menerima laporan resmi dari pihak keluarga. Terlapor adalah seorang perempuan berinisial G. Saat ini tim sedang bekerja untuk mendalami peran yang bersangkutan,” ujar Paulus dalam keterangannya, Senin (19/1/2026).
Selain memburu terlapor utama, penyidik Polda Sulut juga mulai menelusuri kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain. Fokus penyelidikan mencakup oknum-oknum yang diduga menjalin komunikasi atau melakukan hubungan dengan korban selama masa eksploitasi tersebut.
Polda Sulut menegaskan komitmennya untuk mengusut tuntas kasus ini hingga ke akar-akarnya.
”Ini adalah kejahatan kemanusiaan. Kami berkomitmen memberikan keadilan bagi korban dan memutus mata rantai perdagangan manusia, terutama yang menyasar anak-anak di bawah umur,” tegas Paulus.
Maraknya kasus perdagangan orang yang kembali mencuat membuat kepolisian memperketat pengawasan. Polda Sulut meminta masyarakat untuk lebih waspada terhadap tawaran pekerjaan atau ajakan dari orang yang tidak dikenal maupun dikenal yang menjanjikan gaji besar di luar daerah tanpa prosedur yang jelas.
Masyarakat juga diminta segera melapor ke kantor polisi terdekat jika menemukan indikasi atau aktivitas mencurigakan terkait perdagangan orang di lingkungan sekitar mereka.
Hingga berita ini diturunkan, polisi masih terus mengumpulkan bukti-bukti tambahan dan melakukan koordinasi lintas wilayah untuk mengamankan terlapor serta memulangkan korban.
















