Jaguarinfo.id, Manado – Tim Satuan Reserse Narkoba Polresta Manado kembali menggagalkan peredaran narkotika di wilayah Kota Manado. Tiga pria yang diduga sebagai pengedar sabu ditangkap dalam operasi bertahap di dua lokasi berbeda pada Rabu–Kamis (12–13/11/2025).
Para tersangka masing-masing berinisial AM alias Alfrest (45), AS alias Armando (36), dan MS alias Migel (31).
Penangkapan pertama di Paniki Bawah
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kasat Reserse Narkoba Polresta Manado AKP Hilman Muthalib mengatakan, penangkapan pertama dilakukan pada Rabu (12/11/2025) sekitar pukul 20.30 WITA di Perumahan Puskopad, Kelurahan Paniki Bawah, Kecamatan Mapanget.
Informasi yang diterima polisi sekitar pukul 19.00 WITA menyebut seorang pria bernama Alfrest kerap mengedarkan sabu di lokasi tersebut. Saat tiba, tim mendapati dua pria, yakni Alfrest dan Armando, di depan rumah. Keduanya langsung diamankan.
“Dari tas yang dibawa Armando ditemukan empat paket sabu dan satu timbangan digital. Pemeriksaan di dalam rumah juga menemukan alat hisap sabu,” ujar Hilman.
Hasil interogasi di lokasi mengungkap bahwa sabu yang diedarkan Alfrest berasal dari seorang pemasok yang mengirim barang dari Palu.
Pengembangan di Terminal Malalayang
Mengantongi pengakuan tersebut, keesokan harinya pada Kamis (13/11/2025) sekitar pukul 13.15 WITA, tim bergerak melakukan pengembangan di Terminal Malalayang. Di lokasi, polisi menangkap seorang pria bernama Migel yang sedang membawa sebuah kardus.
Setelah digeledah, kardus tersebut berisi 25 paket sabu siap edar. Migel tidak melakukan perlawanan saat diamankan.
Total barang bukti
Dari dua aksi penangkapan, polisi menyita:
29 paket sabu
4 unit telepon genggam
2 set alat hisap (bong)
1 korek api gas
1 timbangan digital
“Penangkapan ini berawal dari informasi masyarakat terkait aktivitas peredaran sabu. Dari dua lokasi, tim mengamankan tiga tersangka beserta barang bukti,” kata Hilman.
Ketiga tersangka kini ditahan di Mako Polresta Manado untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut. Polisi juga masih memburu pemasok utama yang disebut berasal dari Palu.



















