Penjualan Eceran November 2025 Diprakirakan Menguat, Didukung Konsumsi Jelang Natal dan Tahun Baru

- Redaksi

Senin, 15 Desember 2025 - 04:34 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jaguarinfo.id, Jakarta – Kinerja penjualan eceran nasional pada November 2025 diprakirakan mengalami peningkatan. Indeks Penjualan Riil (IPR) November 2025 diproyeksikan tumbuh sebesar 5,9 persen (year on year/yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan Oktober 2025 yang tercatat 4,3 persen (yoy).

Peningkatan kinerja tersebut terutama didorong oleh kenaikan penjualan pada mayoritas kelompok barang, dengan kontribusi terbesar berasal dari Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya, Barang Budaya dan Rekreasi, Suku Cadang dan Aksesori, serta Makanan, Minuman, dan Tembakau. Menguatnya penjualan mencerminkan meningkatnya aktivitas konsumsi masyarakat menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru.

Secara bulanan, penjualan eceran pada November 2025 juga diprakirakan tumbuh 1,1 persen (month to month/mtm). Pertumbuhan ini sejalan dengan meningkatnya permintaan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan akhir tahun.

Sementara itu, pada Oktober 2025, IPR secara tahunan tumbuh 4,3 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang tumbuh 3,7 persen (yoy). Pertumbuhan tersebut terutama ditopang oleh meningkatnya penjualan pada kelompok Barang Budaya dan Rekreasi serta Makanan, Minuman, dan Tembakau. Secara bulanan, penjualan eceran Oktober 2025 tercatat tumbuh 0,6 persen (mtm), didukung oleh persiapan masyarakat menghadapi HBKN Natal serta kelancaran distribusi barang.

Dari sisi harga, tekanan inflasi dalam jangka pendek diprakirakan meningkat. Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) Januari 2026 tercatat sebesar 163,2, meningkat dibandingkan periode sebelumnya sebesar 157,2. Kenaikan tersebut didorong oleh ekspektasi meningkatnya harga bahan baku, upah, penerapan Pajak Pertambahan Nilai (PPN), serta meningkatnya permintaan menjelang Ramadan 1447 Hijriah.

Baca Juga :  Pertamina Patra Niaga Akselerasi Pencegahan Stunting di Kendari Lewat Edukasi Gizi

Namun demikian, dalam jangka menengah, tekanan harga diprakirakan mereda. IEH April 2026 tercatat sebesar 161,7, lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya yang mencapai 172,5, seiring dengan normalisasi permintaan masyarakat pasca-HBKN Idulfitri.

Secara keseluruhan, tren penjualan eceran yang terus menguat menunjukkan daya beli masyarakat yang tetap terjaga, meskipun pelaku usaha dan konsumen tetap perlu mewaspadai potensi tekanan harga pada awal 2026.

 

Follow WhatsApp Channel www.jaguarinfo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

New Honda Stylo 160 Burgundy Hadir, Skutik Retro Ini Makin Mewah
Kemenag Percepat Pembayaran Tunjangan Profesi Guru Pendidikan Agama Kristen di Sulawesi Utara Jelang Hardiknas 2026
Ini Dia Calon Haji Termuda Asal Sulawesi Utara yang Siap Diberangkatkan ke Mekah Arab Saudi
Gubernur Yulius Selvanus Lepas 394 Jemaah Haji Sulawesi Utara 2026
Menuju Championship P2DD 2026: Sulawesi Utara Bidik Peningkatan Kualitas Ekosistem Digital
Transaksi QRIS di Sulut Tembus Rp1,86 Triliun, BI Dorong Optimalisasi Keuangan Daerah Lewat P2DD
Strategi Baru, Latihan Berkuda Basarnas Sulut Perkuat Operasi SAR di Medan Sulit
Honda EVening Ride: Cara PT DAW Kenalkan Sepeda Motor Listrik Honda yang Ramah Lingkungan
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 00:53 WITA

New Honda Stylo 160 Burgundy Hadir, Skutik Retro Ini Makin Mewah

Kamis, 30 April 2026 - 00:32 WITA

Kemenag Percepat Pembayaran Tunjangan Profesi Guru Pendidikan Agama Kristen di Sulawesi Utara Jelang Hardiknas 2026

Rabu, 29 April 2026 - 02:32 WITA

Ini Dia Calon Haji Termuda Asal Sulawesi Utara yang Siap Diberangkatkan ke Mekah Arab Saudi

Rabu, 29 April 2026 - 01:29 WITA

Gubernur Yulius Selvanus Lepas 394 Jemaah Haji Sulawesi Utara 2026

Selasa, 28 April 2026 - 01:28 WITA

Transaksi QRIS di Sulut Tembus Rp1,86 Triliun, BI Dorong Optimalisasi Keuangan Daerah Lewat P2DD

Berita Terbaru