Jaguarinfo.id, Manado – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Utara menggelar press release akhir tahun 2025 yang berlangsung di Kantor BNNP Sulut, Senin (22/12/2025). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala BNNP Sulut, Brigjen Pol Jemmy Suatan.
Dalam pemaparannya, Brigjen Pol Jemmy Suatan menyampaikan capaian kinerja BNNP Sulut sepanjang tahun 2025, khususnya pada bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) sebagai upaya menekan peredaran dan penyalahgunaan narkoba di wilayah Sulawesi Utara.
Sepanjang tahun 2025, BNNP Sulut bersama jajaran telah melaksanakan tes urine terhadap 1.489 orang dalam 30 kegiatan. Selain itu, kegiatan pencegahan berupa advokasi, sosialisasi, dan kampanye Indonesia Bersinar dilakukan sebanyak 393 kegiatan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kegiatan pencegahan ini melibatkan kurang lebih 149.364 orang secara tatap muka dan melalui media sosial yang telah menjangkau sekitar 2.993.930 orang dari berbagai kalangan, baik masyarakat umum, pekerja, hingga pelajar,” ujar Jemmy.
Tak hanya itu, BNNP Sulut juga melakukan pembinaan terhadap 20 keluarga di kawasan rawan narkoba serta 10 sekolah melalui pelatihan penguatan soft skill. Upaya tersebut bertujuan membangun ketahanan keluarga dan lingkungan pendidikan dari ancaman narkotika.
Dalam aspek pemberdayaan, BNNP Sulut turut membentuk 50 Relawan Anti Narkoba dan 30 penggiat anti narkoba, serta memberikan manfaat pelatihan life skill kepada 20 orang penerima manfaat.
Brigjen Pol Jemmy Suatan juga menegaskan bahwa pihaknya berhasil mendorong berbagai instansi pemerintah maupun swasta untuk lebih responsif terhadap permasalahan narkotika, hingga memiliki kebijakan pembangunan yang berwawasan Anti Narkoba di lingkungan kerja masing-masing.
Sementara itu, untuk program Keterpulihan Kawasan Rawan Narkoba, BNNP Sulut pada tahun 2025 menargetkan dua kawasan, namun berhasil merealisasikan intervensi di tiga wilayah. Ketiga wilayah tersebut yakni Kelurahan Sindulang Satu, Kecamatan Tuminting, Kota Manado, serta Desa Otam dan Desa Otam Barat di Kabupaten Bolaang Mongondow.
“Hasilnya cukup signifikan. Tiga kawasan tersebut yang sebelumnya berada pada status kawasan waspada, berhasil turun hingga dua level menjadi kawasan aman,” kata Jemmy.
Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolaboratif antara BNNP, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta partisipasi aktif masyarakat dalam memerangi narkoba.
BNNP Sulut berharap seluruh program pencegahan dan pemberdayaan yang telah berjalan dapat terus diperkuat pada tahun-tahun mendatang, guna mewujudkan Sulawesi Utara yang bersih dari narkoba.
















