Jaguarinfo.id, Manado – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus mengunjungi Posko Bencana Siau di Kantor Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) pada Kamis (8/1/2026). Kunjungan ini bertujuan untuk memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) terkait penanganan dampak bencana di Pulau Siau yang terjadi pada Senin, 5 Januari 2026 lalu.
Rapat tersebut dihadiri oleh Asisten I Pemprov Sulut Denny Mangala yang mewakili Gubernur Yulius Selvanus, Kapolda Sulut Irjen Pol Roycke Langie, dan Kasdam XIII/Merdeka Brigjen TNI Yustinus Nono Yulianto. Sementara itu, Bupati Sitaro Sintya Kalangit mengikuti jalannya rapat melalui sambungan video konferensi dari Pulau Siau.
Dalam arahannya, Wamendagri Akhmad Wiyagus menyampaikan apresiasi yang tinggi atas respon cepat dan kekompakan jajaran Forkopimda Sulawesi Utara dalam menangani masa darurat bencana.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
”Saya sangat mengapresiasi kekompakan Forkopimda Sulut dalam melakukan penanganan bencana ini. Dengan koordinasi yang baik, saya optimis semua tantangan di lapangan bisa kita lewati bersama,” ujar Wiyagus.
Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan seluruh aparatur sipil negara (ASN), baik dari Pemkab Sitaro maupun dukungan dari Pemprov Sulut, untuk turun langsung membantu distribusi bantuan agar tepat sasaran.

Bupati Sitaro, Sintya Kalangit, melaporkan bahwa saat ini sudah tidak ada lagi desa atau kampung yang terisolasi. Akses jalan umum yang sebelumnya tertutup material bencana kini telah berhasil dibuka kembali.
Meski demikian, Sintya memaparkan sejumlah data kerusakan bangunan dan korban jiwa yang masih dalam pencarian:
Korban Jiwa: 2 orang masih dinyatakan hilang.
Kerusakan Rumah: 30 rumah hilang, 25 rusak berat, dan 85 rusak ringan.
Fasilitas Publik: 4 jembatan rusak, 2 gereja, dan 3 bangunan sekolah mengalami kerusakan.
Instansi Polri: Gedung Polres Sitaro mengalami rusak total dan diusulkan untuk direlokasi.
”Kantor Pemda sendiri tidak terdampak karena lokasinya jauh dari pusat bencana, sehingga operasional pemerintahan tetap berjalan normal. Kami juga akan mengerahkan seluruh ASN untuk terlibat aktif dalam pendistribusian bantuan,” jelas Bupati Sintya.
Kapolda Sulut Irjen Pol Roycke Langie menegaskan bahwa personel Polri telah disiagakan di lokasi sejak hari pertama untuk membantu proses evakuasi dan pemulihan psikologis masyarakat.
”Kehadiran Polri di lokasi bencana adalah untuk memastikan masyarakat terbantu. Personel kami ikut mendirikan dapur umum, melakukan pencarian korban yang masih hilang, serta pengamanan lokasi terdampak,” tegas Irjen Roycke Langie.
Senada dengan hal tersebut, Kasdam XIII/Merdeka Brigjen TNI Yustinus Nono Yulianto memastikan bahwa jajaran TNI siap membantu logistik hingga ke titik tersulit.
”Silahkan kalau sudah ada datanya, segera hubungi Dandim. Saya perintahkan jajaran untuk membantu mendistribusikan bantuan agar segera sampai ke tangan warga yang membutuhkan,” kata Kasdam.
Menutup rapat tersebut, Wamendagri mengingatkan Pemkab Sitaro untuk tetap siaga. Mengingat prediksi cuaca buruk masih berpotensi terjadi sepanjang bulan Januari hingga Februari, ia meminta Bupati untuk tidak berhenti memberikan imbauan kepada warga.
”Terus lakukan imbauan secara masif kepada warga agar tetap waspada, karena tantangan cuaca ekstrem diperkirakan masih akan berlanjut,” pungkas Wiyagus.



















