Penjualan Eceran Desember 2025 Diprediksi Melesat, Tumbuh 4,4 Persen Didorong Momentum Nataru

- Aldy Pascoal

Kamis, 15 Januari 2026 - 01:02 WITA

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Jaguarinfo.id, Jakarta – Kinerja penjualan eceran di Indonesia pada penghujung tahun 2025 diprakirakan tetap menunjukkan tren positif. Hal ini tercermin dari angka Indeks Penjualan Riil (IPR) Desember 2025 yang diproyeksikan tumbuh sebesar 4,4% (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

​Peningkatan ini didominasi oleh konsumsi masyarakat pada Kelompok Suku Cadang dan Aksesori, Makanan, Minuman, dan Tembakau, Barang Budaya dan Rekreasi, serta Bahan Bakar Kendaraan Bermotor.

​Jika dilihat secara bulanan (month-to-month/mtm), penjualan eceran pada Desember 2025 diprakirakan tumbuh sebesar 4,0% (mtm). Angka ini melonjak signifikan dibandingkan pertumbuhan bulan November yang berada di level 1,5% (mtm).

​Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi, Ramdan Denny Prakoso, menyampaikan bahwa kenaikan ini didorong oleh antusiasme masyarakat dalam menyambut Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

​”Peningkatan tersebut didorong oleh kinerja mayoritas kelompok, terutama Peralatan Informasi dan Komunikasi, Barang Budaya dan Rekreasi, Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya, serta Makanan, Minuman dan Tembakau sejalan dengan peningkatan permintaan masyarakat saat Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru,” ujar Ramdan Denny Prakoso dalam keterangan resminya.

​Sebelumnya, pada November 2025, IPR secara tahunan juga mencatatkan pertumbuhan yang solid sebesar 6,3% (yoy). Angka ini bahkan lebih tinggi dibandingkan IPR Oktober 2025 yang tumbuh 4,3% (yoy).

Baca Juga :  Boxing On The Street 2026: Gubernur Sulut Puji Semangat Juang Atlet

​Sektor-sektor seperti Suku Cadang, Aksesori, serta Makanan dan Minuman menjadi motor penggerak utama. Secara bulanan, kenaikan 1,5% (mtm) pada November dipicu oleh persiapan masyarakat menjelang libur akhir tahun.

​Dari sisi harga, terdapat dinamika pada Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) untuk awal tahun 2026. Tekanan inflasi pada Februari 2026 diprediksi akan mengalami kenaikan, namun diprakirakan kembali melandai pada Mei 2026.

Kenaikan IEH pada Februari (dari 163,2 ke 168,6) mencerminkan kewaspadaan pasar terhadap kenaikan harga komoditas menjelang bulan suci Ramadan. Sebaliknya, penurunan pada Mei 2026 (dari 161,7 ke 154,5) memberikan sinyal optimisme bahwa tekanan harga akan mereda di pertengahan tahun depan.

Follow WhatsApp Channel www.jaguarinfo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sepekan, Polres Tomohon Ungkap Dua Kasus Pencurian, 10 Terduga Pelaku Diamankan
ISEF 2026 Dorong Ekonomi Syariah, Indonesia Perkuat Daya Saing Global
9 UMKM Sulut Tampil di ISEF 2026, Promosikan Produk Unggulan ke Pasar Nasional
PT DAW Tanam 500 Bibit Mangrove di Bahowo, Dukung Kelestarian Pesisir
Kapolsek Wori dan Warga Kima Bajo Gotong Royong Timbun Tanah Ambles
Kapolri: Tim Gabungan Sita Hampir 1,2 Ton Sabu dari Laboratorium Gelap di Aceh
Kapolri Ungkap Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin di Sumut, Kapal Diduga Matikan Sinyal Pelacak
Kapolda Sulut Gelar Jumat Keliling di Masjid Al Mahsyur Istiqlal Manado, Perkuat Silaturahmi dengan Warga
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 00:13 WITA

Sepekan, Polres Tomohon Ungkap Dua Kasus Pencurian, 10 Terduga Pelaku Diamankan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 23:09 WITA

ISEF 2026 Dorong Ekonomi Syariah, Indonesia Perkuat Daya Saing Global

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 22:58 WITA

9 UMKM Sulut Tampil di ISEF 2026, Promosikan Produk Unggulan ke Pasar Nasional

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 22:38 WITA

PT DAW Tanam 500 Bibit Mangrove di Bahowo, Dukung Kelestarian Pesisir

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:44 WITA

Kapolsek Wori dan Warga Kima Bajo Gotong Royong Timbun Tanah Ambles

Berita Terbaru