Peran Bank Indonesia Menjaga Stabilitas Harga di Sulawesi Utara

- Aldy Pascoal

Senin, 26 Januari 2026 - 15:16 WITA

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Jaguarinfo.id, Manado – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Utara terus memperkuat sinergi untuk menekan gejolak inflasi di daerah. Melalui berbagai program strategis, BI fokus membenahi rantai pasok dan memperkuat sektor riil guna memastikan keterjangkauan harga bagi masyarakat.

​Kepala Kantor Perwakilan BI Sulawesi Utara, Joko Supratikto dalam Dialog Khusus bersama RRI Manado 26/01/26, menjelaskan bahwa tantangan utama di wilayah ini adalah hambatan distribusi.

Contohnya Manado, bukanlah penghasil cabai rawit sehingga sangat bergantung pada pasokan dari Minahasa dan wilayah sekitarnya. Untuk mengatasi ketimpangan ini, BI memfasilitasi Kerjasama Antar Daerah (KAD) guna mengalirkan stok dari daerah surplus ke daerah defisit.

​Selain distribusi, BI aktif berkolaborasi dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Melalui High Level Meeting, mereka rutin menyelenggarakan pasar murah untuk memotong rantai pasok yang terlalu panjang. Langkah ini memungkinkan komoditas dari petani langsung menjangkau pasar sehingga harga tetap wajar bagi konsumen.

Strategi PATUA dan Penguatan Sektor Riil

​Program unggulan lain yang menjadi pilar stabilitas adalah pembinaan sektor riil melalui Petani Unggulan Sulawesi Utara (PATUA). Program yang eksis sejak 2014 ini bertujuan meningkatkan produktivitas petani lokal melalui sentuhan teknologi pertanian dan pelatihan intensif. BI memberikan bantuan sarana produksi sebagai stimulan agar kelompok tani bisa naik kelas dan mandiri secara ekonomi.

​”Kami melakukan business matching antara hasil produksi petani binaan dengan gerai modern untuk menjamin kepastian pasar,” ujar Joko Supratikto saat menjelaskan mekanisme hilirisasi produk pertanian. Menurutnya, pembentukan koperasi sangat penting sebagai agregator agar petani memiliki posisi tawar yang kuat dan mendapatkan harga jual yang adil.

Baca Juga :  Bareskrim Polri Tangkap WNI Pembobol Platform Trading International Markets.com

​Hingga saat ini, program PATUA telah memasuki angkatan keenam dengan total 84 kelompok tani binaan. Salah satu capaian menarik adalah keterlibatan petani milenial, seperti kelompok Rukun Pemuda Kristen Taraitak dari Langowan.

Kelompok anak muda ini fokus pada komoditas cabai merah keriting dan kini mulai mengelola manajemen usaha melalui koperasi.

​keberhasilan menjaga stabilitas harga memerlukan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat.

Follow WhatsApp Channel www.jaguarinfo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Raih IPK 4,5 di Korea Selatan, Srikandi Muda Asal Sulut Lulus Doktor Termuda dan Terbaik di Usia 27 Tahun
Antisipasi Cuaca Ekstrem, Gubernur Yulius Selvanus Pimpin Rapat Pencegahan Karhutla di Sulut
Polisi Bongkar Sindikat Uang Palsu Lintas Daerah, Belasan Ribu Lembar Disita
Strategi Baru Polri: Edukasi Langsung untuk Pencegahan Karhutla di 8 Provinsi
Saham Bank Mandiri Melemah Imbas Polemik Rekening Mas Botok
Jelang SMSI 2026, Forum Peduli GMIM Sampaikan 5 Poin Pernyataan Sikap di Manado
Pentingnya Etika Berkendara, DAW Ajak Pengendara Bangun Kesadaran Bersama
Aplikasi Daya Auto Hadirkan Solusi Praktis Ingat Jadwal Servis Motor Honda
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:55 WITA

Raih IPK 4,5 di Korea Selatan, Srikandi Muda Asal Sulut Lulus Doktor Termuda dan Terbaik di Usia 27 Tahun

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:28 WITA

Antisipasi Cuaca Ekstrem, Gubernur Yulius Selvanus Pimpin Rapat Pencegahan Karhutla di Sulut

Rabu, 26 Agustus 2026 - 11:18 WITA

Polisi Bongkar Sindikat Uang Palsu Lintas Daerah, Belasan Ribu Lembar Disita

Rabu, 26 Agustus 2026 - 10:49 WITA

Strategi Baru Polri: Edukasi Langsung untuk Pencegahan Karhutla di 8 Provinsi

Rabu, 26 Agustus 2026 - 10:34 WITA

Saham Bank Mandiri Melemah Imbas Polemik Rekening Mas Botok

Berita Terbaru