Jaguarinfo.id, Jakarta – Bank Indonesia (BI) terus berupaya memastikan implementasi kebijakan sistem pembayaran di tanah air berjalan efektif dan stabil. Dalam langkah terbaru, bank sentral menekankan pentingnya masa transisi yang memadai bagi para pelaku industri untuk menyesuaikan diri dengan ketentuan yang berlaku.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, menyatakan bahwa penyiapan masa transisi ini merupakan bagian dari strategi untuk menjaga kesiapan seluruh ekosistem pembayaran di Indonesia.
”Implementasi ketentuan akan disertai masa transisi yang memadai untuk memastikan kesiapan pelaku industri sistem pembayaran,” ujar Ramdan dalam keterangan tertulisnya, Kamis (22/1/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kebijakan ini diambil sebagai bentuk dukungan Bank Indonesia terhadap stabilitas sistem keuangan nasional. Dengan adanya ruang waktu bagi pelaku industri untuk beradaptasi, diharapkan tidak terjadi kendala teknis maupun operasional yang berarti di lapangan.
Selain fokus pada kesiapan teknis, Bank Indonesia juga mendorong adanya kolaborasi yang lebih erat antar pemangku kepentingan. Ramdan menegaskan bahwa penguatan sinergi menjadi kunci utama dalam menjaga kelangsungan bisnis sekaligus mendorong pemulihan ekonomi.
”Melalui kebijakan ini, Bank Indonesia mengajak seluruh pelaku industri untuk terus meningkatkan kapasitas dan kapabilitas serta memperkuat sinergi dalam rangka memelihara stabilitas sistem pembayaran dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” tambah Ramdan.
Langkah ini diharapkan mampu menciptakan iklim investasi dan transaksi yang lebih sehat, sehingga sistem pembayaran digital maupun konvensional di Indonesia tetap kokoh di tengah dinamika ekonomi global yang terus berubah.
















