Jaguarinfo.id, Manado – Isak tangis keluarga dan kerabat pecah saat jenazah Florencia Lolita Wibisono, pramugari maskapai Indonesia Air Transport (IAT), tiba di Terminal Cargo Bandara Internasional Sam Ratulangi, Manado, Jumat (23/1/2026) pukul 14.13 WITA.
Florencia merupakan salah satu korban dalam kecelakaan maut pesawat Indonesia Air jenis ATR 42-500 yang terjadi pada pekan lalu. Jenazah diterbangkan ke Manado menggunakan maskapai Garuda Indonesia setelah sebelumnya melalui proses identifikasi panjang oleh tim Disaster Victim Identification (DVI).
Berdasarkan kronologi kepulangan, setelah berhasil diidentifikasi, jenazah Florencia terlebih dahulu diserahkan kepada pihak keluarga di Makassar. Dari Makassar, jenazah sempat diterbangkan ke Jakarta untuk disemayamkan di Rumah Duka Green Heaven, Pluit, Jakarta Utara.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pada Jumat dini hari, pihak keluarga memutuskan untuk membawa pulang Florencia ke tanah kelahirannya di Sulawesi Utara.
Kakak korban, Natasya Wibisono, mengungkapkan bahwa mendiang adiknya akan dibawa langsung menuju rumah duka di Kelurahan Taler, Kabupaten Minahasa.
Kehadiran jenazah disambut duka mendalam oleh rekan sejawat dan keluarga yang telah menunggu sejak siang hari di bandara.
”Rencananya malam ini akan diadakan ibadah penghiburan bagi keluarga. Kemudian untuk pemakaman akan dilaksanakan besok, Sabtu 24 Januari 2026, sekitar pukul 12.00 WITA,” ujar Natasya saat ditemui di lokasi penjemputan jenazah.
Natasya menambahkan, setelah seluruh rangkaian ibadah pelepasan selesai, jenazah Florencia akan diantar ke tempat peristirahatan terakhir di tempat pemakaman keluarga di Desa Ranomerut, Minahasa.
Kecelakaan yang menimpa pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport tersebut menjadi duka mendalam bagi dunia penerbangan tanah air. Florencia dikenal sebagai pribadi yang berdedikasi tinggi dalam menjalankan tugasnya sebagai kru kabin sebelum akhirnya menjadi korban dalam insiden tragis tersebut.
















