Jaguarinfo.id, Manado – Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin bersama Korlantas Polri dan Kementerian Perhubungan melakukan peninjauan strategis terhadap progres pembangunan Tol Yogyakarta–Bawen Seksi 6 serta Pintu Tol Interchange Purwomartani, Sleman.
Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan jalur fungsional yang diproyeksikan bakal menyokong kelancaran arus mudik dan balik Idulfitri 2026.
Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Operasi Ketupat 2026 ini dihadiri langsung oleh Kakorlantas Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho, Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Irjen Pol. (Purn) Aan Suhanan, dan Direktur Utama PT Jasa Marga Rivan A. Purwantono. Fokus utama pemantauan meliputi kesiapan fisik infrastruktur serta skenario pengaturan lalu lintas guna mengantisipasi lonjakan kendaraan di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kakorlantas Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho menjelaskan bahwa pengoperasian tol fungsional Yogyakarta–Bawen sangat krusial untuk memecah kepadatan arus dari arah Jakarta dan Semarang menuju Solo maupun Yogyakarta.
Dengan progres pembangunan yang kini telah mencapai 90 persen, jalur ini diharapkan mampu mengurangi beban jalan arteri. Pihak kepolisian juga telah menyiapkan berbagai skema rekayasa lalu lintas mulai dari alih arus, one way, hingga contraflow yang akan diterapkan secara situasional berdasarkan pemantauan data real-time.
Meskipun siap difungsionalkan, aspek keselamatan tetap menjadi prioritas utama.
Pengaturan lalu lintas di titik keluar Ambarawa yang bersinggungan dengan jalan arteri akan mendapat perhatian khusus.
Selain itu, pemenuhan standar keselamatan seperti perambuan dan penerangan jalan terus dikebut. Jika fasilitas penerangan belum memadai secara penuh, pengoperasian jalur fungsional tersebut kemungkinan besar akan dibatasi pada waktu-waktu tertentu guna menjamin keamanan pengguna jalan.
Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin menyatakan dukungan penuhnya terhadap langkah lintas instansi ini. Sebagai BUMN di bawah ekosistem Danantara Indonesia, Jasa Raharja berkomitmen menjalankan peran sebagai pelindung dasar bagi pengguna jalan.
Sinergi ini diharapkan tidak hanya memperlancar arus kendaraan, tetapi juga secara efektif menekan angka kecelakaan dan fatalitas korban selama periode lebaran.
Melalui kolaborasi solid dalam Operasi Ketupat 2026, pemerintah berupaya mewujudkan pengalaman mudik yang aman, lancar, dan berkeselamatan bagi seluruh masyarakat.
















