Jaguarinfo.id, Manado – Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Utara memfasilitasi penyaluran bantuan kemanusiaan bagi warga terdampak bencana banjir bandang di Kepulauan Siau. Bantuan yang berasal dari kepedulian masyarakat ini dilepas secara resmi di lobi Mapolda Sulut, Sabtu (24/1/2026).
Bantuan kali ini datang dari Jemaat GMIM Wilayah Modoinding, yang terdiri dari delapan jemaat. Pengiriman bantuan dilepas oleh Karo Ops Polda Sulut, Kombes Pol Ferry Raimond Ukoli, didampingi jajaran Pejabat Utama (PJU) Polda Sulut untuk diberangkatkan via jalur laut.
Kabid Humas Polda Sulut, Kombes Pol Alamsyah Hasibuan, menjelaskan bahwa bantuan ini merupakan inisiatif murni dari masyarakat Modoinding untuk meringankan beban sesama warga di Sulawesi Utara.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
”Bantuan yang diberikan berupa hasil bumi seperti sayur-mayur, beras, serta minyak goreng. Ini adalah bentuk nyata kepedulian mereka untuk membantu saudara-saudara kita yang terkena musibah banjir bandang di Pulau Siau,” ujar Kombes Pol Alamsyah.
Ia menambahkan, keterlibatan Polri dalam hal ini adalah memastikan distribusi logistik tersebut sampai ke tangan yang tepat secara efektif dan aman melalui koordinasi lintas sektoral.
Perwakilan Jemaat GMIM Wilayah Modoinding, Pdt. Billy Yohanes, mengungkapkan bahwa gerakan ini didasari atas rasa syukur jemaat atas melimpahnya hasil pertanian di wilayah mereka. Terlebih, Modoinding kini menjadi pusat pemasok bahan pangan untuk program nasional.
”Kami di Modoinding saat ini merasa sangat bersyukur karena potensi hasil bumi yang melimpah. Bahkan, untuk kebutuhan Makan Bergizi Gratis di Indonesia Timur, bahan sayur-mayurnya diambil dari Modoinding,” ungkap Pdt. Billy.
Meski dilakukan secara spontan tanpa menunggu instruksi formal, pihaknya merasa terpanggil secara moral untuk bertindak cepat.
”Saya sampaikan ke jemaat, kita harus berempati. Meski di gereja belum ada instruksi khusus, kami pikir kami harus segera melakukan hal ini sebagai bentuk syukur atas berkat yang kami terima,” tegasnya.
Bantuan ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pangan mendesak bagi para pengungsi dan warga terdampak di Kepulauan Siau. Selain menjamin ketersediaan stok sayuran segar dan bahan pokok, aksi ini diharapkan mampu mempererat solidaritas antarwarga di Sulawesi Utara di tengah situasi darurat bencana.
















