Jaguarinfo.id, Manado – Kepolisian Daerah Sulawesi Utara resmi menggelar Operasi Keselamatan Samrat 2026 guna menciptakan ketertiban jalan raya yang kondusif. Langkah strategis ini bertujuan menurunkan angka kecelakaan lalu lintas yang terpantau masih cukup tinggi di wilayah hukum Polda Sulut. Wakapolda Sulut, Brigjen Pol Awi Setiyono, menegaskan hal tersebut saat memimpin Apel Gelar Pasukan di Manado, Senin (2/2/2026).
Brigjen Pol Awi Setiyono membacakan amanat Kapolda Sulut, Irjen Pol Roycke Langie, yang menyoroti data fatalitas jalan raya. Tercatat sebanyak 619 kecelakaan terjadi pada periode Oktober hingga Desember 2025 di Sulawesi Utara. Insiden tersebut mengakibatkan 71 korban jiwa serta kerugian materil mencapai Rp1,3 miliar lebih. Oleh karena itu, polisi merasa perlu memperkuat pengawasan melalui razia lalu lintas Polda Sulut yang lebih masif.
Target Operasi dan Penindakan Elektronik
Pelaksanaan operasi ini akan berlangsung selama 14 hari, mulai tanggal 2 hingga 15 Februari 2026. Petugas di lapangan akan mengedepankan pendekatan preventif dan edukatif kepada setiap pengguna jalan. Namun, polisi tetap melakukan penindakan tegas terhadap pelanggar yang membahayakan nyawa orang lain. Pihak kepolisian menargetkan sebanyak 8.895 penindakan, baik melalui teguran langsung maupun sistem tilang elektronik (ETLE) yang lebih modern.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain penegakan hukum, personel juga fokus pada program Pendidikan Masyarakat (Dikmas) Lantas sebanyak 6.400 kegiatan. Program ini mencakup penyuluhan ke sekolah-sekolah serta pemasangan media imbauan di titik-titik rawan kecelakaan. Polisi berharap sosialisasi ini mampu mengubah perilaku pengendara secara permanen demi menjaga ketertiban jalan raya. Melalui edukasi sejak dini, angka pelanggaran diharapkan dapat menurun secara signifikan di masa mendatang.
Pengamanan Menjelang Perayaan Idul Fitri
Operasi khusus ini sekaligus menjadi upaya cipta kondisi menjelang perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah. Polisi ingin memastikan masyarakat dapat merayakan hari raya dengan rasa aman dan nyaman di perjalanan. Oleh sebab itu, seluruh pejabat operasi akan mengevaluasi hasil kegiatan setiap hari secara ketat. Evaluasi rutin tersebut berguna untuk mengukur dampak positif dari Operasi Keselamatan Samrat 2026 terhadap kelancaran arus lalu lintas.
Wakapolda menekankan bahwa personel di lapangan harus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat selama bertugas. Kehadiran polisi bukan sekadar untuk menghukum, melainkan untuk membimbing warga agar lebih taat aturan lalu lintas. Fokus utama petugas adalah meminimalisir risiko kecelakaan sekecil mungkin melalui pengawasan yang humanis namun tetap berwibawa. Dengan dukungan masyarakat, Polda Sulut optimis situasi keamanan dan keselamatan lalu lintas akan semakin membaik.
















