Jaguarinfo.id, Bitung – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis Bitung di sejumlah sekolah saat ini sedang mengalami kendala operasional.
Meskipun pemerintah pusat mengalokasikan anggaran fantastis mencapai Rp335 triliun dari APBN, distribusi makanan di SMP Negeri 2 Bitung justru terhenti sejak awal Desember lalu. Program Makan Bergizi Gratis Bitung yang menjadi andalan Presiden Prabowo Subianto ini pun memicu pertanyaan banyak orang di media sosial.
Kondisi di lapangan menunjukkan para siswa SMP Negeri 2 Bitung kini harus membawa bekal sendiri dari rumah. Hal tersebut tentu menambah beban pengeluaran harian keluarga mereka karena pasokan makanan dari sekolah belum tersedia kembali. Berdasarkan pantauan pada Rabu (4/02/2026), ruang kelas yang biasanya penuh dengan aktivitas makan bersama kini tampak berbeda.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala SMP Negeri 2 Kota Bitung, Tommy Paat, mengonfirmasi bahwa penghentian ini bersifat sementara dan bukan pembatalan program secara permanen. Masalah teknis pada fasilitas pengolahan menjadi faktor utama terhambatnya distribusi nutrisi bagi para pelajar tersebut.
Tommy Paat menjelaskan bahwa dapur yang mengelola makanan tersebut sedang menjalani masa pemeliharaan. Menurutnya, pihak pengelola yakni SPPG tengah melakukan perbaikan sarana agar kualitas makanan tetap terjaga sesuai standar kesehatan. Oleh karena itu, pasokan menuju sekolah-sekolah terpaksa berhenti untuk memastikan keamanan konsumsi siswa di masa mendatang.
”Dapur MBG yang dikelola SPPG sedang dalam perbaikan. Namun, kami sudah menerima informasi bahwa minggu ini atau paling lambat minggu depan distribusi akan berjalan normal kembali,” ujar Tommy Paat saat memberikan keterangan. Tommy menegaskan bahwa kendala ini tidak hanya terjadi di SMP Negeri 2 Bitung, melainkan juga dialami oleh beberapa SMA di wilayah tersebut.
Harapan Kelancaran Distribusi Makanan Sekolah
Pihak sekolah berharap proses perbaikan fasilitas dapur segera rampung dalam waktu dekat. Pasalnya, keberlanjutan program ini sangat krusial bagi pemenuhan gizi siswa selama mengikuti kegiatan belajar mengajar.
















