Jaguarinfo.id, Manado – Pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara mencatatkan performa impresif pada penghujung tahun 2025. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa kinerja ekonomi Sulut tumbuh sebesar 5,95 persen secara tahunan (year-on-year) pada triwulan IV-2025. Capaian positif ini terjadi karena seluruh lapangan usaha di Bumi Nyiur Melambai mengalami ekspansi yang merata.
Kepala BPS Sulawesi Utara, Agus Sudibyo, menjelaskan bahwa sektor akomodasi serta makan minum memimpin penguatan ini. Sektor tersebut melesat hingga 20,67 persen akibat lonjakan kunjungan wisatawan dan tingginya okupansi hotel. Momentum libur sekolah serta perayaan Natal dan Tahun Baru menjadi faktor penentu yang menggerakkan konsumsi masyarakat di restoran dan kafe.
Selain itu, kehadiran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memberikan dampak nyata bagi penyedia jasa makanan di daerah. Selain konsumsi domestik, kegiatan MICE berskala besar juga terus memadati jadwal hotel-hotel di Manado dan sekitarnya. Alhasil, permintaan pasar pada sektor ini tetap stabil dan cenderung meningkat pesat di akhir tahun.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
”Ekonomi Sulawesi Utara Triwulan IV-2025 mengalami pertumbuhan sebesar 5,95 persen dibandingkan Triwulan IV-2024 dengan pertumbuhan positif di seluruh lapangan usaha. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada lapangan usaha Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum,” ujar Agus Sudibyo dalam rilis resmi statistik di Manado, Kamis (5/2/2026).
Sektor transportasi dan pergudangan juga memberikan kontribusi besar dengan pertumbuhan mencapai 12,46 persen. Keberhasilan ini tidak lepas dari pembukaan rute penerbangan internasional baru yang menghubungkan Manado dengan Shenzhen dan Incheon. Selain itu, operasional Bus Trans Manado dan penambahan jadwal kapal laut ikut memperlancar arus distribusi barang dan orang.
Selanjutnya, sektor jasa keuangan turut menguat sebesar 9,80 persen seiring dengan masifnya penyaluran kredit perbankan. Kondisi ini mencerminkan bahwa kepercayaan dunia usaha terhadap stabilitas ekonomi daerah masih sangat tinggi. Oleh karena itu, sinergi antara kebijakan pemerintah dan aktivitas swasta menjadi kunci utama dalam menjaga tren positif ini.
















