Jaguarinfo.id, Bitung – Bank Indonesia memberikan catatan terhadap kinerja TP2DD Kota Bitung yang menunjukkan tren penurunan pada awal tahun 2026. Meskipun Kota Cakalang ini masih bertahan di level digital, namun efektivitas digitalisasi daerah tersebut memerlukan langkah perbaikan yang serius. Hal ini terungkap dalam pertemuan High Level Meeting (HLM) TP2DD yang berlangsung pada Sabtu (7/2/2026).
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Utara, Joko Supratikto, menjelaskan bahwa Indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) Bitung turun menjadi 90,25 persen pada Semester I-2025. Padahal, pada periode sebelumnya, daerah ini mampu menyentuh angka 93,75 persen. Menurutnya, dinamika ini membuktikan bahwa transformasi digital menuntut konsistensi kebijakan yang kuat dari pemerintah setempat.
Selain penurunan indeks ETPD, hasil Championship TP2DD 2025 juga mencatatkan hasil yang kurang memuaskan bagi Pemerintah Kota Bitung. Skor penilaian merosot tajam dari angka 62,91 pada tahun 2024 menjadi hanya 49,07 pada tahun 2025. Fakta ini menunjukkan adanya kendala dalam menjaga ritme pemanfaatan sistem digital di lingkungan birokrasi dan masyarakat luas.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Joko Supratikto menegaskan bahwa keberlanjutan tata kelola transaksi elektronik sangat bergantung pada banyak faktor teknis dan non-teknis. “Dinamika ini menunjukkan bahwa transformasi digital membutuhkan konsistensi kebijakan dan penguatan implementasi secara berkelanjutan, tidak hanya pada ketersediaan sistem tetapi juga pada pemanfaatannya oleh masyarakat,” ujar Joko dalam paparannya.
Menanggapi hasil tersebut, sinergi antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menjadi kunci utama untuk mendongkrak kembali kinerja TP2DD Kota Bitung. Pemerintah daerah harus memastikan bahwa kanal pembayaran digital tidak hanya tersedia secara formalitas. Namun, masyarakat perlu merasakan kemudahan nyata sehingga intensitas penggunaan transaksi nontunai terus meningkat setiap harinya.
Ke depannya, koordinasi lintas sektor akan menjadi fokus utama untuk memperbaiki peringkat pada Championship tahun berikutnya. Dengan penguatan kebijakan dan integrasi sistem yang lebih solid, Bitung optimistis dapat meraih kembali predikat terbaik dalam implementasi transaksi digital. Langkah ini sekaligus mendukung percepatan ekonomi daerah melalui transparansi keuangan yang lebih akuntabel dan efisien.
















