Jaguarinfo.id, Manado – Kota Manado bersiap menjadi pusat perhatian dunia religi saat menyelenggarakan Paskah Nasional 2026 pada Rabu, 8 April mendatang. Panitia memastikan persiapan Paskah Nasional di Manado ini telah menyentuh angka 95 persen untuk menyambut puluhan ribu jemaat.
Ketua Umum Panitia, Recky Langie, menegaskan bahwa kepercayaan dari pemerintah pusat ini akan menjadi momentum kebangkitan toleransi di Sulawesi Utara.
Kesiapan Lokasi Perayaan Paskah Nasional 2026
Pihak panitia memilih kawasan Pohon Kasih Megamas sebagai lokasi utama karena memiliki infrastruktur yang sangat memadai. Recky menjelaskan bahwa pemilihan tempat tersebut bertujuan untuk memberikan kenyamanan maksimal bagi para tamu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kawasan ini mampu menampung parkir kendaraan dalam jumlah besar dan dikelilingi oleh banyak fasilitas hotel.
”Megamas memiliki ruang parkir yang besar dan fasilitas pendukung seperti hotel yang cukup banyak. Ini penting karena peserta yang hadir diperkirakan mencapai 60 hingga 70 ribu orang,” ujar Recky Langie saat memberikan keterangan pers.
Jika area Megamas mulai padat, panitia sudah menyiapkan lokasi parkir alternatif untuk mengurai kemacetan. Beberapa titik seperti Manado Town Square (Mantos), Marina Plaza, hingga area Jalan Sam Ratulangi menjadi pilihan cadangan.
Langkah ini menunjukkan bahwa panitia bekerja secara terukur demi kelancaran arus lalu lintas selama acara berlangsung.
Simbol Toleransi pada Iven Paskah Nasional
Pemerintah melalui Utusan Khusus Presiden RI, Hashim Djojohadikusumo, memberikan kepercayaan penuh kepada Sulawesi Utara sebagai tuan rumah. Recky menilai bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni keagamaan biasa bagi masyarakat. Sulawesi Utara harus menjadi laboratorium bersama bagi kerukunan antarumat beragama di Indonesia yang sangat tinggi.
”Ini adalah sebuah kepercayaan besar bagi Sulawesi Utara dari pemerintah melalui utusan khusus Presiden RI pak Hashim Djojohadikusumo. Karena itu, kami ingin menghadirkan acara yang berkualitas dan terukur,” tambahnya dengan penuh optimisme.
Panitia juga melibatkan berbagai lintas sektor mulai dari akademisi, profesional, hingga birokrat untuk menyukseskan agenda ini. Keragaman denominasi gereja turut bersatu untuk merancang ibadah yang dapat memuliakan nama Tuhan.
Melalui semangat kebersamaan, hajatan akbar ini diharapkan mampu mempererat tali persaudaraan antar-etnis di Bumi Nyiur Melambai.
Pertunjukan Budaya di Paskah Nasional di Manado
Selain fokus pada ibadah, acara ini akan menonjolkan kekayaan budaya lokal yang sangat beragam. Masyarakat dapat menyaksikan drama kolosal dan pertunjukan seni dari etnis Minahasa, Bolaang Mongondow, dan Sangihe. Integrasi budaya ini bertujuan untuk memperkenalkan identitas Sulawesi Utara kepada para tamu nasional dan internasional.
”Dalam acara nanti akan ditampilkan unsur budaya dari etnis Minahasa, Bolaang Mongondow, dan Sangihe,” jelas Recky Langie mengenai detail acara tersebut.
Demi memastikan semua jemaat bisa mengikuti prosesi dengan jelas, panitia memasang delapan videotron di sekitar lokasi. Teknologi ini akan menampilkan siaran langsung dari panggung utama sehingga jemaat yang berada di barisan belakang tetap merasa terlibat. Kehadiran tokoh nasional seperti Menteri Perumahan dan Permukiman, Maruarar Sirait, semakin menambah bobot sakralnya acara ini.
ADP
















