Jaguarinfo.id, Manado – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Manado mulai memperketat ramp check kapal menjelang musim mudik Lebaran 2026.
Langkah uji kelaiklautan kapal ini merujuk pada instruksi Direktur Jenderal Perhubungan Laut untuk menjamin keselamatan penumpang.
Tim Marine Inspector memeriksa secara detail mulai dari alat keselamatan, dokumen navigasi, hingga kondisi pemadam api ringan (APAR) di setiap armada.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Seksi Keselamatan Berlayar Penjagaan dan Patroli KSOP Kelas III Manado, Capt. Benaya Samri Yostavia, menjelaskan kondisi terkini armada di wilayahnya.
Ia menyebutkan bahwa dari total kapal yang tersedia, tidak semua bisa beroperasi pada masa angkutan Lebaran tahun ini.
Hal tersebut merupakan bagian dari hasil evaluasi dan pemantauan rutin terhadap kelayakan setiap unit kapal yang ada.
”Jadi dapat kami informasikan bahwasannya ada 22 kapal yang existing. Akan tetapi, ada 5 armada yang sedang melaksanakan docking dan kemungkinan 5 armada ini tidak melaksanakan angkutan lebaran pada tahun 2026,” ujar Capt. Benaya saat ditemui di kantornya, Jumat (13/03/2026).
Kondisi Cuaca dan Mitigasi Keselamatan Pelayaran
Selain fokus pada ramp check kapal, KSOP Manado juga memantau ketat perkembangan cuaca ekstrem melalui data BMKG. Meskipun ada prediksi gelombang tinggi di beberapa titik perairan, otoritas pelabuhan terus menjalin komunikasi dua arah dengan para nahkoda di lapangan.
Koordinasi ini bertujuan untuk menentukan apakah kapal tetap aman untuk melanjutkan pelayaran atau harus tertunda.
Capt. Benaya menambahkan bahwa pihaknya memantau perairan Talaud yang diprediksi mengalami gelombang sekitar 4 meter pada periode 12 hingga 15 Maret.
Namun, hingga saat ini, aktivitas penyeberangan masih berlangsung normal berdasarkan laporan real-time dari kapal yang beroperasi di rute tersebut. Pihaknya memastikan akan segera mengambil tindakan tegas jika kondisi cuaca membahayakan keselamatan jiwa.
”Kami tetap berkoordinasi dengan kapal-kapal yang berangkat dari pelabuhan Manado ataupun pelabuhan tujuan, misalnya Talaud. Kami masih mendapat informasi bahwasannya gelombang masih sekitar 1,5 meter dan kami belum ada penundaan untuk keberangkatan kapal,” tutupnya.
ADP
















