Jaguarinfo.id, Manado – Arus mudik dan balik di Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado menunjukkan tren pertumbuhan yang sangat positif. Tercatat, jumlah penumpang Bandara Sam Ratulangi mencapai 78.669 orang sejak pembukaan Posko Angkutan Lebaran pada H-8 hingga H+2 (13-24 Maret 2026).
Angka ini mengalami kenaikan signifikan sebesar 21,1 persen jika kita bandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Peningkatan pengguna jasa bandara di Sulawesi Utara ini bahkan sudah melampaui kondisi normal sebelum pandemi. Pihak pengelola mencatat tingkat pemulihan atau recovery rate mencapai 116,5 persen terhadap data tahun 2019.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Hal tersebut menandakan bahwa aktivitas penerbangan di Manado telah pulih sepenuhnya dan mencetak rekor baru.
Tren Kenaikan Trafik Penumpang Bandara Sam Ratulangi
Stakeholder Relations Manager PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Sam Ratulangi, Yanti Pramono, memberikan penjelasan rinci mengenai data tersebut.
Ia mengungkapkan bahwa volume penumpang selalu berada di atas angka tahun lalu selama 12 hari terakhir. Kenaikan tertinggi bahkan menyentuh angka 56,6 persen yang terjadi pada puncak arus balik H+2.
“Peningkatan penumpang dibanding tahun lalu bervariasi, mulai dari 8 persen yang terjadi pada H-1 hingga 56 persen yang terjadi pada H+2. Pada H-1 tanggal 20 Maret, kenaikan penumpang tercatat 8 persen, sedangkan pada H+2 tanggal 24 Maret, terjadi kenaikan yang sangat tinggi yakni mencapai 56,6 persen,” kata Yanti pada Rabu (25/03/2026).
Pihak bandara mencatat puncak kepadatan terjadi pada H-7 dengan jumlah 7.864 orang. Selanjutnya, kepadatan kembali terjadi pada H-4 dengan total 7.410 orang. Sebaliknya, titik terendah arus penumpang berlangsung pada hari kedua lebaran yang hanya menyentuh angka 4.935 orang.
Pertumbuhan Pergerakan Pesawat dan Logistik
Selain jumlah orang, pergerakan pesawat juga menunjukkan grafik yang memuaskan bagi industri penerbangan. Total terdapat 743 pergerakan pesawat selama periode posko tersebut berlangsung. Jumlah ini naik 26,8 persen daripada tahun 2025 yang hanya mencatat 586 pergerakan. Jika kita bandingkan dengan tahun 2019, pergerakan pesawat juga tumbuh sebesar 15,9 persen.
Namun, kondisi berbeda terlihat pada sektor logistik atau kargo bandara. Walaupun kargo tumbuh 191,4 persen dibanding tahun 2019, namun angka ini turun 8,2 persen daripada tahun 2025.
Total kargo yang keluar masuk melalui Bandara Sam Ratulangi selama periode lebaran ini berjumlah 610 ton.
Pihak Angkasa Pura memprediksi tren positif ini akan terus bertahan hingga penutupan posko pada 30 Maret mendatang. Secara keseluruhan, pertumbuhan penumpang Bandara Sam Ratulangi tahun ini membuktikan bahwa minat masyarakat untuk bepergian menggunakan jalur udara semakin kuat.

















