Jaguarinfo.id, Manado – Gelombang aksi damai mahasiswa Papua memadati depan Markas Kepolisian Daerah Sulawesi Utara (Mapolda Sulut) pada Senin (27/04/2026).
Massa yang tergabung dalam unjuk rasa mahasiswa Papua tersebut datang untuk menyuarakan tuntutan keadilan terkait insiden kekerasan di wilayah Puncak.
Kapolresta Manado, Kombes Pol Irham Halid, turun langsung ke lapangan guna memastikan situasi tetap terkendali.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Beliau memimpin pengamanan agar penyampaian aspirasi tersebut tidak memicu gangguan keamanan di pusat kota. Selain itu, aparat bersikap humanis dalam menghadapi para pemuda yang sedang berorasi di depan gerbang Mapolda.
Pengamanan Maksimal Demonstrasi Mahasiswa Papua
Pihak kepolisian mengerahkan kekuatan penuh untuk menjaga stabilitas selama kegiatan berlangsung.
Irham menyebutkan bahwa pihaknya menyiagakan personel sejak pagi hari demi mengantisipasi segala kemungkinan. Oleh karena itu, arus lalu lintas di sekitar lokasi tetap mengalir meskipun terdapat kerumunan massa yang cukup banyak.
”Total pengunjuk rasa berjumlah 90 orang dan kami menerjunkan 150 personel untuk mengawal aksi damai ini. Pihak kepolisian mengawal sampai para peserta aksi kembali ke tempat semula dengan aman dan tertib,” tegas Kombes Pol Irham Halid saat berada di lokasi.
Tuntutan Keadilan Atas Insiden di Kampung Kemburu
Aspirasi utama dalam demonstrasi mahasiswa Papua ini merujuk pada peristiwa penembakan warga sipil di Kabupaten Puncak.
Mahasiswa mendesak penegakan hukum yang transparan atas kejadian yang terjadi pada 14 April 2026 tersebut. Selanjutnya, massa membubarkan diri dengan tenang setelah menyampaikan semua poin tuntutan mereka kepada pihak berwenang.
















