Jaguarinfo.id, Manado – Momen keberangkatan calon jemaah haji Sulawesi Utara menuju Embarkasi Balikpapan (BPN) berlangsung khidmat pada Sabtu dini hari (2/5/2026). Sebanyak 394 jemaah memulai perjalanan ibadah mereka dari Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado.
Pemerintah daerah memastikan seluruh rangkaian pemberangkatan haji Sulut ini berjalan sesuai rencana demi kenyamanan para tamu Allah.
Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, melepas secara resmi rombongan ini di Asrama Haji Transit Manado pada pukul 05.00 WITA.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Beliau berpesan agar para jemaah senantiasa menjaga kondisi fisik karena perjalanan menuju Tanah Suci sangat panjang.
Selain itu, Yulius berharap seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk dan kembali ke daerah asal dalam keadaan sehat serta selamat.
Jadwal Penerbangan dan Sebaran Jemaah Haji
Proses pemberangkatan jemaah terbagi dalam dua kelompok terbang (kloter) menggunakan maskapai Lion Air. Penerbangan pertama dengan nomor JT 3747 lepas landas pada pukul 06.00 WITA yang mengangkut 211 jemaah.
Sementara itu, penerbangan kedua berkode JT 3749 berangkat pada pukul 11.25 WITA dengan membawa 209 penumpang dari berbagai wilayah di Sulawesi Utara.
Jemaah pada kloter awal berasal dari Kotamobagu, Bolaang Mongondow, hingga wilayah Minahasa. Selanjutnya, kloter berikutnya mencakup jemaah asal Kepulauan Sangihe, Manado, Tomohon, hingga Bitung.
Koordinasi yang matang antara pemerintah provinsi dan berbagai pihak membuat alur pergerakan ribuan orang ini tetap tertib di area terminal.
Pelayanan Prima Jalur Khusus Bandara Sam Ratulangi
Pihak bandara memberikan atensi khusus pada aspek pelayanan selama keberangkatan calon jemaah haji Sulawesi Utara ini.
PT Angkasa Pura Indonesia telah menyiapkan skema holding yang rapi untuk mempermudah mobilisasi jemaah. Fasilitas jalur khusus melalui CIP Lounge menjadi keunggulan layanan tahun ini agar para jemaah tidak perlu mengantre panjang di area umum.
General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Sam Ratulangi Manado menyatakan kesiapan penuh personelnya di lapangan.
Pihaknya berkolaborasi erat dengan TNI, Polri, serta Balai Kekarantinaan Kesehatan untuk menjamin keamanan dan kenyamanan.
Meskipun menggunakan jalur khusus, setiap jemaah dan barang bawaan tetap wajib melewati prosedur pemeriksaan X-ray sesuai standar keamanan penerbangan.
”Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi para tamu Allah. Melalui penempatan personel Aviation Security dan pengamanan terpadu di jalur khusus, kami memastikan proses pemeriksaan hingga naik ke pesawat berjalan cepat namun tetap aman bagi seluruh jemaah,” ujar General Manager Bandara Sam Ratulangi.

















