Jaguarinfo.id, Manado – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Utara secara resmi merilis data terbaru mengenai profil kemiskinan di wilayah Bumi Nyiur Melambai. Kamis, 05/02/26.
Berdasarkan pemantauan hingga September 2025, angka kemiskinan Sulawesi Utara menunjukkan tren positif dengan penurunan yang cukup konsisten. Meskipun kondisi ekonomi sempat fluktuatif sejak 2021, namun saat ini tingkat penduduk miskin berhasil menyentuh angka 6,62 persen dari total populasi.
Penurunan angka kemiskinan Sulawesi Utara terlihat sangat signifikan pada kawasan perkotaan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tercatat ada penyusutan sebesar 0,09 persen poin jika dibandingkan dengan kondisi pada Maret 2025.
Saat ini, jumlah warga yang masuk dalam kategori prasejahtera di Sulawesi Utara berada di angka 172,13 ribu orang. Kondisi ini membuktikan bahwa program pemulihan ekonomi di pusat-pusat keramaian mulai membuahkan hasil nyata bagi masyarakat.
Meskipun secara umum menurun, tantangan besar masih muncul pada sektor perdesaan. Berbeda dengan wilayah kota, persentase penduduk miskin di desa justru mengalami kenaikan sebesar 0,16 persen poin. Hal ini menggeser angka kemiskinan di desa dari 9,95 persen menjadi 10,11 persen pada periode September 2025. Perbedaan capaian ini menjadi catatan penting bagi pemerintah daerah dalam meratakan distribusi bantuan sosial dan pemberdayaan ekonomi.
BPS menetapkan garis kemiskinan di Sulawesi Utara sebesar Rp557.310 per orang setiap bulannya. Sebagian besar dari anggaran tersebut, yakni sekitar 77,89 persen, habis untuk memenuhi kebutuhan konsumsi makanan pokok. Sementara itu, sisanya digunakan masyarakat untuk membiayai kebutuhan nonmakanan seperti perumahan dan kesehatan.
Jika melihat rata-rata anggota rumah tangga, maka satu keluarga miskin di Sulut rata-rata menghabiskan Rp3.087.497 per bulan untuk bertahan hidup.
















