Jaguarinfo.id, Tomohon – Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Sulawesi Utara kembali melanjutkan operasi pencarian seorang warga Kelurahan Kayawu, Kecamatan Tomohon Utara, yang dilaporkan hilang sejak Selasa malam, 30 Desember 2025. Operasi pencarian kini memasuki hari kedua (H+2).
Korban diketahui bernama Yes Lefrand Mamanua (60), warga Lingkungan III Kelurahan Kayawu. Berdasarkan keterangan keluarga, korban meninggalkan rumah sekitar pukul 22.00 WITA menuju Perkebunan Kayawu atau dikenal sebagai Kebun Irang, dengan tujuan menembak tikus.
Saat terakhir terlihat, korban mengenakan sepatu lars warna kuning, topi cokelat, serta membawa tas gendong warna abu-abu dan sebuah senapan. Hingga kini, korban belum kembali ke rumah dan keberadaannya belum diketahui.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pihak keluarga juga mengungkapkan bahwa korban sempat mengeluhkan nyeri di bagian dada pada November 2025 lalu, sehingga menimbulkan kekhawatiran tersendiri terkait kondisi kesehatannya.
Korban diketahui memiliki seorang anak laki-laki bernama Gilbert Mamanua (23) yang telah bekerja. Istri korban telah meninggal dunia, dan selama ini korban tinggal bersama keluarga Syane Surentu–Mamanua, yang merupakan adik kandung korban.
Sebelum Basarnas turun tangan, upaya pencarian awal telah dilakukan oleh pemerintah Kelurahan Kayawu bersama Bhabinkamtibmas setempat di sekitar area perkebunan. Keluarga korban juga telah diarahkan untuk membuat laporan resmi orang hilang di Polres Tomohon.
Setelah menerima laporan, Basarnas Sulawesi Utara segera mengerahkan satu tim rescue lengkap dengan peralatan SAR, termasuk drone thermal, guna membantu pencarian di area perkebunan dan hutan yang cukup luas serta minim pencahayaan.
Operasi pencarian melibatkan Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Basarnas Sulut, Polres Tomohon, Polsek Tomohon Utara, Koramil Tomohon Utara, PMI Tomohon, RAPI, KPA Green Ranger, GM FKPPI Kelurahan Kayawu, pemerintah kelurahan, pihak keluarga, masyarakat setempat, serta unsur potensi SAR lainnya.
Tim SAR gabungan terus melakukan penyisiran di jalur yang biasa dilalui korban, area perkebunan, serta sejumlah titik yang dinilai berpotensi menjadi lokasi keberadaan korban. Seluruh pihak berharap korban dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat.



















