Jaguarinfo.id, Manado – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) optimis menatap prospek ekonomi Sulawesi Utara 2026. Melalui kegiatan Refreshment Wartawan pada Kamis (26/02/2026), BI membedah strategi penguatan sinergi media untuk menjaga stabilitas informasi ekonomi daerah.
Kepala Kantor Perwakilan BI Sulut, Joko Supratikto, menjelaskan bahwa sinergi ini bertujuan menciptakan kesamaan persepsi di tengah masyarakat.
“Kami menyampaikan berbagai isu strategis agar sinergi antara BI dan rekan media terus kuat, terutama melalui diseminasi informasi yang relevan dan terbaru,” ujar Joko di Ruang Tondano, Kantor BI Sulut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Catatan impresif muncul saat meninjau data tahun sebelumnya sebagai fondasi ekonomi Sulawesi Utara 2026.
Pada triwulan IV 2025, ekonomi Sulut mampu tumbuh sebesar 5,95 persen (yoy). Angka ini berada jauh di atas pertumbuhan nasional yang tercatat pada level 5,39 persen (yoy).
Secara akumulatif, pertumbuhan tahunan Sulut mencapai 5,66 persen, sementara angka nasional hanya berada di angka 5,11 persen.
Peningkatan ini membuktikan bahwa daya tahan ekonomi daerah sangat solid. Selain itu, kontribusi ekonomi Sulawesi Utara terhadap nasional juga terus menunjukkan tren positif dalam tiga tahun terakhir.
Pertumbuhan tersebut bersumber dari sisi permintaan yang melonjak tajam. Konsumsi rumah tangga menjadi motor utama, terutama saat momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) dan libur akhir tahun.
Selanjutnya, sektor investasi ikut memberikan sumbangsih besar melalui masuknya modal asing, khususnya dari Singapura.
Dari sisi lapangan usaha, sektor transportasi mencatatkan lompatan yang signifikan. Hal ini terjadi berkat pembukaan rute penerbangan internasional baru dari Bandara Sam Ratulangi menuju Shanghai, Shenzhen, dan Korea Selatan. Alhasil, kunjungan wisatawan mancanegara meningkat drastis dan memperkuat struktur ekonomi di Bumi Nyiur Melambai.
ADP
















