Jaguarinfo.id, Manado – Kinerja ekspor impor Sulawesi Utara mencatatkan raport hijau yang sangat impresif hingga akhir Desember 2025. Berdasarkan data terbaru, total nilai perdagangan luar negeri Sulut untuk sektor ekspor menembus angka US$ 1.236,40 juta. Angka ini menunjukkan kenaikan drastis sebesar 47,28 persen jika kita bandingkan dengan capaian pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Kondisi sebaliknya justru terjadi pada sektor pengadaan barang dari luar negeri. Nilai impor tercatat hanya mencapai US$ 174,60 juta. Hal ini berarti terjadi penurunan sebesar 22,48 persen secara tahunan. Pergerakan positif ini memperkuat posisi neraca perdagangan daerah yang semakin stabil dan mandiri.
Komoditas Unggulan Sulawesi Utara Mendominasi Pasar Global
Sektor lemak dan minyak hewani/nabati masih menjadi mesin utama dalam aktivitas ekspor impor Sulawesi Utara. Komoditas dengan kode HS 15 ini menyumbang nilai sebesar US$ 873,79 juta. Pertumbuhan sektor ini bahkan mencapai 67,09 persen. Fokus pemerintah pada hilirisasi produk turunan kelapa tampaknya membuahkan hasil yang sangat nyata.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara itu, struktur impor daerah masih bertumpu pada kebutuhan energi. Bahan bakar mineral menjadi barang masuk paling dominan dengan nilai US$ 126,51 juta. Meskipun demikian, ketergantungan pada energi luar ini terpantau menyusut sekitar 16,06 persen. Penurunan tersebut mengindikasikan adanya efisiensi penggunaan bahan bakar di tingkat lokal.
Tiongkok Jadi Tujuan Utama Perdagangan Luar Negeri Sulut
Relasi dagang dengan mitra internasional menunjukkan dinamika yang menarik selama setahun penuh. Tiongkok kembali mengukuhkan posisinya sebagai negara tujuan utama bagi komoditas unggulan Sulawesi Utara. Pengiriman barang ke Negeri Tirai Bambu mencapai US$ 282,01 juta, atau tumbuh sekitar 42,98 persen.
Pada sisi impor, Singapura memegang peran sebagai pemasok terbesar bagi Bumi Nyiur Melambah. Namun, nilai transaksi dengan Singapura turun 33,41 persen menjadi US$ 63,15 juta. Pergeseran angka ini menunjukkan bahwa dinamika ekonomi global sangat memengaruhi pola konsumsi dan produksi di wilayah Sulawesi Utara sepanjang tahun 2025.
















