Utang Luar Negeri Indonesia Turun di November 2025, Rasio terhadap PDB Makin Sehat

- Aldy Pascoal

Jumat, 16 Januari 2026 - 00:31 WITA

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Jaguarinfo.id, Jakarta – Posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia menunjukkan tren positif dengan mencatatkan penurunan pada November 2025. Data terbaru Bank Indonesia (BI) menunjukkan ULN Indonesia berada di angka 423,8 miliar dolar AS, lebih rendah dibandingkan posisi Oktober 2025 yang mencapai 424,9 miliar dolar AS.

​Penurunan ini didorong oleh melambatnya pertumbuhan utang di sektor publik serta penurunan tipis pada sektor swasta. Secara tahunan, ULN Indonesia hanya tumbuh 0,2% (yoy), melambat signifikan dibandingkan bulan sebelumnya yang tumbuh 0,5% (yoy).

​Posisi ULN pemerintah pada November 2025 tercatat sebesar 209,8 miliar dolar AS. Penurunan ini dipengaruhi oleh dinamika kepemilikan Surat Berharga Negara (SBN) akibat ketidakpastian pasar keuangan global yang masih tinggi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Meskipun turun, pemerintah memastikan bahwa penarikan utang dilakukan secara terukur untuk membiayai sektor-sektor prioritas, di antaranya:

  • Jasa Kesehatan & Kegiatan Sosial: 22,2%
  • Administrasi Pemerintah & Pertahanan: 19,7%
  • Jasa Pendidikan: 16,4%
  • Konstruksi: 11,7%
  • Transportasi & Pergudangan: 8,6%
Baca Juga :  Waspada Oli Palsu, AHM Oil Hadirkan 3 Langkah Mudah Cek Keaslian

​Menariknya, struktur utang pemerintah sangat aman karena 99,99% merupakan utang jangka panjang, sehingga risiko gagal bayar dalam waktu dekat sangat terkendali.

​Kondisi serupa terjadi pada ULN swasta yang tercatat sebesar 191,2 miliar dolar AS, turun dari 191,7 miliar dolar AS pada Oktober 2025. Penurunan ini dipengaruhi oleh kontraksi pada utang perusahaan bukan lembaga keuangan (nonfinancial corporations).

​Sektor industri pengolahan, jasa keuangan, pengadaan listrik/gas, serta pertambangan masih menjadi penyumbang terbesar dengan total pangsa mencapai 80,5% dari seluruh utang swasta.

​Bank Indonesia menegaskan bahwa struktur ULN Indonesia tetap berada dalam kondisi sehat. Hal ini dibuktikan dengan rasio ULN terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang turun menjadi 29,3%. Selain itu, total ULN Indonesia secara keseluruhan masih didominasi oleh utang jangka panjang dengan pangsa 86,1%.

Baca Juga :  Ivan Valrossi Raih Podium Perdana Kejurnas Motocross 2026 di Bekasi

​Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, menyatakan bahwa pemerintah dan Bank Indonesia berkomitmen penuh dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional melalui pengelolaan utang yang hati-hati.​

“Sebagai salah satu instrumen pembiayaan APBN, ULN tetap dikelola secara cermat, terukur, dan akuntabel. Pemanfaatannya terus diarahkan untuk mendukung pembiayaan program-program prioritas guna menjaga keberlanjutan fiskal serta memperkuat perekonomian nasional,” Tulis Ramdan Denny Prakoso dalam keterengan resminya.

Ia juga menambahkan bahwa Bank Indonesia dan Pemerintah akan terus memperkuat koordinasi dalam memantau perkembangan utang untuk meminimalkan risiko yang dapat memengaruhi stabilitas ekonomi di tengah dinamika global.

Masyarakat dapat mengakses data lengkap pada publikasi Statistik Utang Luar Negeri Indonesia (SULNI) edisi Januari 2026 di situs resmi Bank Indonesia atau Kementerian Keuangan.

Follow WhatsApp Channel www.jaguarinfo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sah! DPR Tetapkan Destry Damayanti Gubernur BI Periode 2026-2031
Tembus Pasar Global di Karya Kreatif Indonesia 2026, UMKM Sulawesi Utara Makin Berdaya
Karya Kreatif Indonesia 2026 Sukses Besar, Cetak Transaksi UMKM Rp144,2 Miliar
Polda Sulut Salurkan Bantuan Korban Gempa NTT Senilai Rp300 Juta
Antisipasi Cuaca Ekstrem, Kapolres Sangihe Imbau Warga Waspada Karhutla
Antisipasi Cuaca Ekstrem, Kapolres Sitaro Imbau Warga Waspada Karhutla
Raih IPK 4,5 di Korea Selatan, Srikandi Muda Asal Sulut Lulus Doktor Termuda dan Terbaik di Usia 27 Tahun
Antisipasi Cuaca Ekstrem, Gubernur Yulius Selvanus Pimpin Rapat Pencegahan Karhutla di Sulut
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 22:20 WITA

Sah! DPR Tetapkan Destry Damayanti Gubernur BI Periode 2026-2031

Kamis, 27 Agustus 2026 - 21:49 WITA

Tembus Pasar Global di Karya Kreatif Indonesia 2026, UMKM Sulawesi Utara Makin Berdaya

Kamis, 27 Agustus 2026 - 21:42 WITA

Karya Kreatif Indonesia 2026 Sukses Besar, Cetak Transaksi UMKM Rp144,2 Miliar

Kamis, 27 Agustus 2026 - 13:43 WITA

Polda Sulut Salurkan Bantuan Korban Gempa NTT Senilai Rp300 Juta

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:23 WITA

Antisipasi Cuaca Ekstrem, Kapolres Sitaro Imbau Warga Waspada Karhutla

Berita Terbaru