Jaguarinfo.id, Manado – Kuasa hukum keluarga Mangolo, Sem Sawengan, turut mengantar jenazah Evia Mangolo menggunakan KM Barcelona menuju Pulau Siau untuk proses pemakaman, Jumat (2/1/2025).
Evia Mangolo merupakan mahasiswi Universitas Negeri Manado (Unima) yang sebelumnya ditemukan meninggal dunia di sebuah rumah kos di Kota Tomohon. Kepergiannya menyisakan duka mendalam bagi keluarga, sekaligus menyisakan tanda tanya terkait penyebab kematian korban.
Kepada media, Sem Sawengan mengungkapkan bahwa pihak keluarga telah secara resmi melaporkan dugaan kejanggalan dalam kematian Evia ke Polda Sulawesi Utara sehari sebelumnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Setelah proses pemakaman, kami sudah sepakat dengan keluarga untuk menghadap Kapolda Sulut Irjen Pol Roycke Langie. Kami ingin meminta atensi dan pertolongan agar kasus ini diusut secara serius,” ujar Sem.
Sem menegaskan, keluarga menduga adanya tindakan kekerasan yang dialami Evia sebelum meninggal dunia. Dugaan tersebut didasarkan pada kondisi fisik korban yang terlihat secara kasat mata.
“Keluarga melihat langsung kondisi tubuh Evia. Dari situ muncul dugaan kuat bahwa Evia tidak meninggal karena bunuh diri,” katanya.
Terkait oknum dosen berinisial DM, Sem menjelaskan bahwa hingga saat ini pihaknya belum menuduh siapa pun sebagai pelaku kekerasan. Laporan tersebut, kata dia, dibuat berdasarkan temuan surat yang kini telah berada di pihak kepolisian.
“Kami belum menyimpulkan siapa pelaku kekerasan. Kami hanya melaporkan berdasarkan fakta dan temuan surat yang sudah diamankan oleh kepolisian,” jelas Sem.
Pihak keluarga berharap aparat penegak hukum dapat mengungkap secara terang penyebab kematian Evia Mangolo, sehingga kebenaran dapat diketahui dan keadilan bagi korban serta keluarga dapat ditegakkan.
















