Jaguarinfo.id, Jakarta – Anggota Komisi 3 DPR RI, Martin Daniel Tumbelaka, memberikan apresiasi tinggi terhadap penanganan banjir bandang Sitaro yang dilakukan Polda Sulawesi Utara. Ia menyampaikan pujian tersebut langsung kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam Rapat Kerja Evaluasi Kinerja 2025 di Gedung DPR RI, Senin (26/1/2026).
Legislator asal Sulawesi Utara ini menilai gerak cepat kepolisian membantu masyarakat di Kepulauan Siau sangat efektif.
Politisi Partai Gerindra ini menceritakan bagaimana jajaran Polda Sulut langsung tiba di lokasi bencana pada hari yang sama.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, koordinasi yang baik membuat semua kebutuhan darurat warga segera tereksekusi tanpa hambatan birokrasi yang rumit. Martin menyebut langkah tersebut sebagai bukti nyata kehadiran negara di tengah kesulitan rakyat.
”Beberapa waktu lalu terjadi bencana di Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro. Hari itu juga Polda Sulut dan jajaran langsung turun ke lokasi. Semua kebutuhan langsung tereksekusi saat itu juga. Saya perlu memberikan apresiasi dan terima kasih kepada Pak Irjen Roycke Langie atas respon cepatnya,” ujar Martin di hadapan peserta rapat.
Teladan Respon Cepat Polda Sulut dalam Evakuasi
Apresiasi Martin tersebut memicu tepuk tangan meriah dari seluruh anggota komisi dan pejabat utama Polri yang hadir. Kapolda Sulut, Irjen Pol Roycke Langie, yang turut hadir dalam ruangan pun langsung berdiri memberikan hormat. Keberhasilan penanganan banjir bandang Sitaro ini dianggap sebagai standar baru dalam pelayanan publik kepolisian di wilayah rawan bencana.
Polda Sulut memang mengerahkan kekuatan penuh untuk memulihkan kondisi di Kepulauan Siau. Mereka menurunkan ratusan personel gabungan, mulai dari tim SAR Brimob, tenaga medis, hingga unit trauma healing.
Sinergi antara kepolisian dengan Forkopimda Sulut memastikan bantuan logistik mencapai titik tersulit di pelosok kepulauan secara merata.
Langkah taktis kepolisian ini menjadi contoh nyata bagi satuan wilayah lain di Indonesia. Polisi tidak hanya fokus pada penegakan hukum, tetapi juga sigap dalam misi kemanusiaan. Kehadiran personel di lapangan sejak jam-jam pertama bencana terbukti mampu menekan dampak kerugian dan memberikan rasa aman bagi warga terdampak.
















