Nilai Tukar Rupiah Melemah ke Rp16.770 pada Akhir Januari 2026

- Redaksi

Minggu, 1 Februari 2026 - 23:37 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jaguarinfo.id, Jakarta – Kondisi nilai tukar Rupiah bergerak fluktuatif terhadap dolar AS pada penutupan pekan terakhir Januari 2026. Bank Indonesia melaporkan bahwa kurs Rupiah dibuka pada level Rp16.770 per dolar AS pada Jumat pagi. Angka tersebut menunjukkan tekanan dibandingkan posisi penutupan hari sebelumnya yang berada pada level Rp16.745 per dolar AS.

​Pergerakan mata uang Garuda ini terjadi di tengah aksi jual aset keuangan oleh investor nonresiden. Berdasarkan data transaksi periode 26 hingga 29 Januari 2026, investor asing mencatatkan jual neto sebesar Rp12,55 triliun. Tekanan terbesar berasal dari pasar saham dengan nilai jual bersih mencapai Rp12,40 triliun.

​Investor juga melepas kepemilikan pada pasar Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp2,77 triliun. Namun, instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) masih mencatat beli neto sebesar Rp2,61 triliun. Aliran keluar modal ini secara langsung memengaruhi kondisi stabilitas Rupiah di pasar spot.

​Indikator stabilitas lainnya menunjukkan kenaikan yield SBN 10 tahun yang kini menyentuh angka 6,36 persen. Selain itu, premi Credit Default Swap (CDS) Indonesia 5 tahun juga merangkak naik ke level 75,31 bps. Kenaikan premi risiko ini mencerminkan kewaspadaan pasar terhadap dinamika ekonomi global yang sedang berlangsung.

​Meskipun dolar AS secara global (DXY) melemah ke level 96,28, tekanan domestik tetap mendominasi posisi Rupiah. Bank Indonesia tetap berkomitmen menjaga daya tahan ekonomi nasional melalui berbagai instrumen kebijakan. Langkah ini bertujuan agar volatilitas pasar tetap terkendali dan tidak mengganggu momentum pertumbuhan.

Baca Juga :  Diduga Gantung Diri, Polda Sulut Jelaskan Perkembangan Penyelidikan Kematian Mahasiswi AE di Tomohon

Komitmen Bank Indonesia Menjaga Stabilitas Rupiah

​Pihak otoritas moneter terus memantau perkembangan pasar keuangan global maupun domestik secara saksama. “Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait,” tegas Ramdan Denny Prakoso, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia. Menurutnya, optimasi strategi bauran kebijakan menjadi kunci utama untuk mendukung ketahanan eksternal.

​Sejauh ini, total aliran modal asing selama tahun 2026 masih menunjukkan angka beli neto pada beberapa instrumen. Hingga 29 Januari 2026, pasar saham mengantongi Rp4,84 triliun dan SRBI sebesar Rp6,18 triliun. Dengan koordinasi yang kuat, pemerintah berharap nilai tukar Rupiah segera kembali stabil dalam waktu dekat.

Follow WhatsApp Channel www.jaguarinfo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BI Sulut Perkuat Ekonomi Syariah Lewat Wisata Kuliner Ramadhan 2026
Closing Ceremony Wisata Kuliner Ramadhan, Panitia Apresiasi Bank Indonesia
Digitalisasi Transaksi QRIS Sitaro Melonjak Tajam hingga Rp3,63 Miliar
Jadwal Operasional Bank Indonesia Lebaran 2026: BI-FAST Tetap Beroperasi Penuh
Mudik Bareng Honda 2026: AHM Fasilitasi Ribuan Konsumen Pulang Kampung
Basarnas Manado Gelar Siaga SAR Khusus Lebaran 2026 di Sulut
Wakil Wali Kota Manado Dorong Ketahanan Pangan Melalui Kelompok Tani
Sambut Lebaran 2026, PT DAW Gelar Promo Servis AHASS BERKAH
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 15 Maret 2026 - 23:51 WITA

BI Sulut Perkuat Ekonomi Syariah Lewat Wisata Kuliner Ramadhan 2026

Minggu, 15 Maret 2026 - 22:40 WITA

Closing Ceremony Wisata Kuliner Ramadhan, Panitia Apresiasi Bank Indonesia

Minggu, 15 Maret 2026 - 18:10 WITA

Digitalisasi Transaksi QRIS Sitaro Melonjak Tajam hingga Rp3,63 Miliar

Minggu, 15 Maret 2026 - 16:27 WITA

Jadwal Operasional Bank Indonesia Lebaran 2026: BI-FAST Tetap Beroperasi Penuh

Minggu, 15 Maret 2026 - 14:40 WITA

Mudik Bareng Honda 2026: AHM Fasilitasi Ribuan Konsumen Pulang Kampung

Berita Terbaru