Jaguarinfo.id, Sitaro – Setelah berlangsung selama 14 hari, operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap korban bencana di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) resmi dihentikan pada Minggu (18/1/2026). Hingga operasi berakhir, dua korban dinyatakan hilang dan belum ditemukan.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Manado, George Mercy Randang, S.IP., M.A.P., mengonfirmasi bahwa kedua korban yang masih dalam pencarian tersebut atas nama Andres Pianaung dan Leonel Pianaung.
Pencarian ini awalnya direncanakan sesuai prosedur standar, namun diperpanjang hingga total 14 hari guna menyesuaikan dengan masa Tanggap Darurat Bencana yang ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Sitaro.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
”Seluruh potensi SAR telah dikerahkan dan pencarian dilakukan secara menyeluruh, baik di sektor darat maupun wilayah pesisir. Namun, hingga batas waktu yang telah ditentukan, kedua korban belum berhasil ditemukan,” ujar George.
Penutupan operasi ini ditandai dengan Apel Penutupan Tanggap Darurat Bencana yang dipimpin langsung oleh Bupati Kepulauan Sitaro. Berdasarkan data final dari Tim SAR Gabungan, berikut adalah rekapitulasi hasil operasi:
Selamat: 76 Orang
Meninggal Dunia: 17 Orang
Dinyatakan Hilang: 2 Orang
Apresiasi untuk Tim Gabungan
Basarnas menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh unsur yang terlibat, mulai dari TNI, Polri, BPBD, relawan, hingga masyarakat setempat yang telah bahu-membahu melakukan evakuasi dan pencarian di medan yang menantang.
”Kami mengucapkan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban. Meski operasi secara resmi ditutup, koordinasi dengan pemerintah daerah akan tetap terjaga jika sewaktu-waktu ditemukan tanda-tanda keberadaan korban di masa mendatang,” tutup George.
















