Jaguarinfo.id, Makassar – PT Pertamina Patra Niaga berkomitmen penuh dalam menyukseskan layanan avtur haji 2026 dengan menyediakan pasokan lebih dari 80 ribu kilo liter (KL). Ketersediaan energi ini menjadi kunci utama untuk memenuhi total kebutuhan bahan bakar pesawat jamaah haji Indonesia yang berangkat dari berbagai titik embarkasi.
Penyaluran energi tahun ini terbagi dalam dua fase operasional penting. Fase keberangkatan mulai dari 22 April sampai 21 Mei 2026, sedangkan fase kepulangan berlangsung pada 1 hingga 30 Juni 2026.
Pertamina memastikan seluruh armada pesawat mendapatkan pasokan energi yang tepat waktu dan andal.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Jangkauan Distribusi Energi Penerbangan di 14 Bandara
Pertamina menyiagakan distribusi energi penerbangan ini secara serentak di 14 bandara embarkasi haji. Beberapa titik utama meliputi Bandara Sultan Iskandar Muda, Minangkabau, Hang Nadim, dan Kualanamu. Selain itu, pelayanan maksimal tersedia di Bandara Soekarno-Hatta, Kertajati, serta Adi Soemarmo.
Bandara Juanda, Lombok, Sepinggan, dan Syamsudin Noor juga mendapatkan prioritas pasokan yang sama. Menariknya, Yogyakarta International Airport (YIA) kini resmi menjadi embarkasi baru tahun ini. Penambahan titik ini bertujuan untuk mempermudah mobilisasi jamaah dari wilayah Jawa Tengah bagian selatan.
Peningkatan Kebutuhan Bahan Bakar Pesawat di Makassar
Khusus di wilayah Sulawesi, Pertamina mencatatkan tren kenaikan jumlah jamaah sebesar 1,75% di Embarkasi Makassar. Hal tersebut mendorong perusahaan untuk meningkatkan stok bahan bakar sebanyak 4,52% atau sekitar 4.690 KL. Langkah ini menjamin operasional pesawat pengangkut jamaah tidak mengalami kendala teknis terkait energi.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menekankan pentingnya rantai pasok yang kuat. “Pertamina Patra Niaga memastikan keandalan suplai avtur di seluruh titik layanan penerbangan haji melalui sistem rantai pasok yang terintegrasi, mulai dari Kilang, Fuel Terminal, Aviation Fuel Terminal hingga layanan into-plane. Hal ini kami lakukan untuk menjamin kelancaran operasional penerbangan haji secara aman, tepat waktu, dan sesuai standar layanan,” jelas Roberth.
Digitalisasi Operasional Energi Sektor Aviasi Nasional
Guna meningkatkan akuntabilitas, Pertamina mengoptimalkan sistem Digital Ground Operation (DGO). Teknologi ini memantau setiap liter pengisian bahan bakar ke pesawat maskapai Garuda Indonesia dan Saudia secara real-time.
Melalui sistem digital ini, akurasi data serta transparansi layanan tetap terjaga dengan sangat baik.
Area Manager Communication, Relation, & CSR Sulawesi, Lilik Hardiyanto, menegaskan kesiapan tim lapangan.
“Pertamina memastikan seluruh kebutuhan avtur di wilayah Sulawesi terpenuhi melalui sistem distribusi yang andal serta dukungan operasional yang optimal. Dengan adanya peningkatan jumlah jamaah, kami juga memperkuat kesiapan di lapangan agar seluruh proses penerbangan berjalan aman, lancar, dan tepat waktu,” pungkas Lilik.
Secara nasional, total proyeksi konsumsi energi haji naik 1,2% dibandingkan musim haji sebelumnya. Pertamina berharap melalui persiapan yang matang, seluruh jamaah haji dapat menunaikan ibadah dengan lancar hingga kembali ke tanah air.
Aldy Pascoal ( UKW 27192 )
















