Jaguarinfo.id, Manado – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe memperkuat langkah branding melalui kesepakatan strategis dengan PT Angkasa Pura Indonesia. Bupati Sangihe, Michael Thungari dan General Manager Bandara Sam Ratulangi, Radityo Ari Purwoko menandatangani kerja sama ini pada Selasa, 03/0326.
Fokus utama kolaborasi ini adalah promosi pariwisata Sangihe guna menjaring lebih banyak wisatawan yang melintas di gerbang udara Sulawesi Utara.
Pemerintah daerah Sangihe melihat potensi besar pada arus penumpang internasional yang terus tumbuh setiap tahunnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Melalui kesepakatan ini, materi visual dan informasi destinasi unggulan Sangihe akan menghiasi area-area strategis di bandara.
Pihak bandara menyediakan ruang promosi secara gratis bagi Pemkab Sangihe sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pembangunan ekonomi daerah.
Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, S.E., M.M., memberikan apresiasi tinggi kepada PT Angkasa Pura Indonesia atas dukungan fasilitas promosi ini. Beliau menekankan bahwa Sangihe memiliki karakter wisata petualangan yang sangat kuat dan unik bagi para pelancong.
”Karakter wisatawan yang datang ke Sangihe didominasi oleh pencinta wisata petualangan. Perjalanan menuju Sangihe menjadi pengalaman tersendiri, dimulai dari perjalanan laut menggunakan kapal dari Manado, kemudian perjalanan darat melintasi pegunungan,” ujar Michael Thungari dalam sambutannya.
Branding Wisata Kepulauan Sangihe di Pusat Informasi
Pihak Angkasa Pura Indonesia juga menyediakan fasilitas Tourism Information Center (TIC) untuk mempermudah akses informasi bagi para pelancong.
Data menunjukkan bahwa jumlah penumpang internasional di Bandara Sam Ratulangi meningkat 19 persen pada tahun 2025.
General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Sam Ratulangi Manado, Radityo Ari Purwoko, ST, MM, memaparkan data pertumbuhan positif tersebut secara rinci.
Beliau menyebutkan bahwa tren kunjungan internasional menunjukkan grafik yang terus menanjak dalam dua tahun terakhir.
”Pada tahun 2024 tercatat sebanyak 226.001 penumpang internasional, dan pada tahun 2025 meningkat menjadi 268.063 penumpang internasional, atau mengalami kenaikan sekitar 19%,” ungkap Radityo Ari Purwoko.
Kehadiran gerai informasi dan branding wisata Kepulauan Sangihe di bandara kini menjadi sangat krusial. Wisatawan dapat mengenal lebih dekat destinasi seperti Gunung Api Bawah Laut Banua Wuhu atau Pantai Pananuareng sejak mereka mendarat.
Sinergi ini harapannya mampu mengubah arus transit penumpang menjadi kunjungan nyata ke berbagai titik wisata di Kepulauan Sangihe.
Acara penandatanganan ini berakhir dengan sesi pertukaran plakat dan foto bersama sebagai simbol komitmen memajukan daerah. Pemerintah optimistis bahwa kunjungan ke titik wisata seperti Pulau Kalama dan Air Terjun Malega akan melonjak signifikan.
Selanjutnya, kolaborasi ini akan melibatkan berbagai pagelaran seni budaya khas Sangihe secara berkala di area terminal penumpang.
ADP
















