Jaguarinfo.id, Banyuasin – Bank Indonesia resmi meluncurkan Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) Wilayah Sumatera 2026 di Kabupaten Banyuasin, Rabu (11/2). Langkah ini menjadi strategi ketahanan pangan nasional terbaru untuk menghadapi risiko cuaca ekstrem dan fluktuasi harga. Melalui inisiatif ini, pemerintah berupaya memperkuat pengendalian inflasi pangan agar tetap stabil di tengah tantangan iklim yang semakin kompleks.
Deputi Gubernur Bank Indonesia, Ricky P. Gozali,Gedung perkantoran Bank Indonesia dengan arsitektur modern dan logo BI yang terlihat jelas menjelaskan bah berfokus pada penguatan pasokan secara struktural. Bank Indonesia tidak hanya mengejar stabilitas harga jangka pendek, tetapi juga membangun ekosistem yang berkelanjutan. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan lembaga terkait menjadi sangat krusial.
Ricky memaparkan tiga strategi utama dalam agenda ini. Pertama, petani harus meningkatkan produksi melalui benih unggul dan teknologi adaptif. Kedua, pemerintah menjamin kelancaran distribusi antarwilayah guna memangkas biaya logistik. Ketiga, penguatan sinergi data neraca pangan membantu pengambilan kebijakan yang lebih akurat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
”Kolaborasi yang erat antara pemerintah pusat dan daerah, kementerian/lembaga, pelaku usaha, serta wakil rakyat menjadi kunci dalam menjaga stabilitas harga, memperkuat ketahanan pangan, memberdayakan petani, dan mendorong kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” tegas Ricky P. Gozali.
Pada kesempatan yang sama, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menekankan peran teknologi dalam sektor pertanian. Sumatera Selatan kini menjadi produsen beras terbesar ketiga secara nasional berkat inovasi digital SiBenih. Keberhasilan ini membuktikan bahwa modernisasi pertanian sangat efektif mendukung tercapainya target swasembada pangan.
Selain itu, program Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP) terbukti mampu memperkuat kemandirian masyarakat di tingkat rumah tangga. Prestasi ini membuahkan penghargaan Satyalancana Wira Karya dari Presiden RI bagi Sumatera Selatan. Capaian tersebut menjadi motivasi bagi wilayah lain di Sumatera untuk mengadopsi teknologi serupa.
Langkah Strategis Pengendalian Inflasi Pangan
Meskipun inflasi tahun 2025 terjaga pada angka 2,92%, tantangan baru muncul pada awal 2026. Inflasi Januari 2026 yang menyentuh 3,55% memicu pemerintah untuk bergerak lebih cepat. Melalui GPIPS, Bank Indonesia mempertajam fokus pada perlindungan usaha tani pascabencana dan percepatan pemulihan lahan.
Selanjutnya, rangkaian GPIPS akan berlanjut ke wilayah Jawa, Kalimantan, hingga Sulampua. Upaya ini merupakan bentuk nyata komitmen bersama dalam melindungi daya beli masyarakat. Dengan penguatan logistik dan mitigasi cuaca, pemerintah optimis strategi ketahanan pangan nasional akan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan petani dan konsumen secara luas.
Editor : Aldy Pascoal / Sumber : Bank Indonesia
















