Jaguarinfo.id, Manado – Pengendara sepeda motor sering menghadapi tantangan besar saat melewati jalanan menurun yang curam. Mengandalkan rem konvensional saja terkadang tidak cukup untuk menahan laju kendaraan secara optimal.
Oleh karena itu, Anda perlu menguasai teknik engine brake motor sebagai langkah preventif kecelakaan. Cara pengereman mesin ini berfungsi membantu kerja rem utama agar tidak mengalami panas berlebih atau brake fade.
Mengapa Teknik Engine Brake Motor Sangat Penting?
Penggunaan teknik engine brake motor membantu menjaga kestabilan kendaraan saat deselerasi ekstrem.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketika Anda melintasi turunan panjang, rem mekanis cenderung bekerja ekstra keras hingga suhunya meningkat drastis. Jika hal ini terjadi, daya cengkeram rem akan menurun dan membahayakan keselamatan nyawa.
Engine brake hadir sebagai pendukung untuk memperlambat putaran roda melalui mekanis internal mesin secara alami.
Langkah Melakukan Cara Pengereman Mesin yang Benar
Untuk menerapkan teknik engine brake motor, langkah pertama adalah menutup putaran gas secara penuh.
Setelah itu, Anda harus menurunkan posisi gigi secara bertahap dari posisi tinggi ke rendah. Misalnya, pindahkan persneling dari gigi empat ke gigi tiga, kemudian ke gigi dua sesuai kebutuhan kecepatan.
Hindari menurunkan gigi secara mendadak atau meloncat terlalu jauh agar komponen transmisi tetap terjaga keawetannya.
Selanjutnya, pastikan Anda tidak membuka gas kembali saat proses penurunan kecepatan berlangsung. Hal ini bertujuan agar putaran mesin tetap stabil dan mencegah terjadinya hentakan keras pada komponen girboks.
Jika dilakukan dengan halus, laju motor akan berkurang secara signifikan tanpa membebani piringan rem secara berlebihan.
Teknik ini sangat efektif untuk menjaga kontrol kemudi tetap presisi di medan yang sulit.
Edukasi Keselamatan dari Instruktur Safety Riding
“Penggunaan engine brake tidak menggantikan fungsi rem depan dan belakang, melainkan sebagai teknik tambahan untuk membantu mengurangi kecepatan, terutama pada kondisi tertentu. Pengendara tetap harus mengutamakan penggunaan rem secara bijak untuk menjaga keselamatan,” ujar Andhika Reynold Salindeho, Instruktur Safety Riding Honda DAW.
Penerapan metode perlambatan mesin ini menjadi bagian dari komitmen Honda dalam meningkatkan kesadaran keselamatan di jalan raya.
Melalui edukasi yang konsisten, para pengguna jalan diharapkan lebih mahir dalam mengontrol kendaraan mereka. Dengan kombinasi rem yang tepat dan teknik mesin yang benar, risiko kecelakaan akibat rem blong dapat terminimalisir dengan baik.

















