Jaguarinfo.id, Manado – Isu keretakan hubungan antara mantan Bupati Minahasa Tenggara (Mitra) James Sumendap dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Sulawesi Utara mulai menjadi perbincangan di kalangan politik daerah.
James Sumendap yang dikenal sebagai salah satu figur kuat PDIP Sulut dan pernah mengantarkan partai berlambang banteng moncong putih itu meraih kemenangan dalam sejumlah pemilu, kini disebut-sebut tak lagi sejalan dengan partai yang membesarkan namanya.
Spekulasi tersebut menguat setelah James Sumendap tidak menghadiri Rapat Kerja Daerah (Rakerda) PDIP Sulut yang digelar di Minahasa, beberapa hari lalu. Padahal, agenda tersebut diikuti oleh seluruh kader PDIP Sulut dan dijadwalkan dihadiri langsung oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketidakhadiran James Sumendap dalam forum penting partai itu menimbulkan berbagai tafsir, mengingat selama ini ia dikenal sebagai kader yang memiliki loyalitas tinggi terhadap PDIP.
Dilansir dari ManadoPost.id nama James Sumendap juga tidak tercantum dalam susunan kepengurusan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Sulut periode 2025–2030 yang baru saja diumumkan. Posisi kepemimpinan PDIP di tingkat Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kabupaten Minahasa Tenggara pun kini dipegang oleh Ronald Kandoli.
Menanggapi isu tersebut, Wakil Ketua DPD PDIP Sulut Bidang Pemenangan Pemilu Legislatif dan Eksekutif, Steven Kandouw, menyatakan bahwa pihaknya belum menerima informasi resmi terkait kabar James Sumendap meninggalkan PDIP.
“Sampai sekarang tidak ada info soal itu. Kepengurusan DPD sudah dilantik semua, termasuk Pak Franky Wongkar,” ujar Steven Kandouw saat dihubungi, sembari menegaskan enggan berspekulasi lebih jauh terkait posisi James Sumendap.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari James Sumendap terkait isu yang berkembang. PDIP Sulut pun belum memberikan klarifikasi apakah absennya James Sumendap dan tidak masuknya namanya dalam struktur kepengurusan merupakan bagian dari dinamika internal atau memiliki alasan lain.



















