Jaguarinfo.id, Makassar – Dewan Komisaris PT Pertamina (Persero) melakukan kunjungan kerja atau management walkthrough ke Rumah Sakit Otak dan Jantung (RSOJ) Pertamina Makassar Royal Biringkanaya, Sulawesi Selatan, belum lama ini.
Kunjungan ini bertujuan untuk memperkuat fungsi pengawasan sekaligus memastikan layanan kesehatan di wilayah Indonesia Timur selaras dengan strategi besar Pertamina Group dan agenda pembangunan nasional.
Komisaris Independen PT Pertamina (Persero), Condro Kirono, menegaskan bahwa peningkatan kualitas layanan dan pengalaman pasien (patient experience) adalah kunci utama agar rumah sakit plat merah ini mampu bersaing di industri kesehatan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
”RSOJ perlu memastikan penggunaan teknologi dan peralatan medis terbaik. Kita harus mampu menghadirkan pengalaman pasien yang unggul sehingga semakin dipercaya masyarakat,” ujar Condro dalam keterangan tertulis yang diterima, Sabtu (10/1/2026).
Dalam tinjauan tersebut, jajaran Dewan Komisaris bersama Komite Audit dan Komite Pemantau Investasi menyoroti performa positif rumah sakit meski lokasinya tidak berada di pusat kota Makassar.
Komite Audit Pertamina, Mohammad Imran Zulkarnain Duki, mengapresiasi tingkat okupansi pasien yang tetap tinggi. Ia bahkan melihat peluang besar bagi RSOJ Makassar untuk merambah sektor wisata medis (medical tourism).
”Ada potensi pengembangan medical tourism dengan memanfaatkan keunggulan pariwisata Makassar serta biaya layanan yang relatif terjangkau bagi pasien mancanegara,” kata Imran.
Senada dengan itu, Komite Pemantau Investasi dan Manajemen Risiko, Muhammad Arfan, menilai kedekatan lokasi RSOJ dengan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin sebagai nilai tambah strategis. Hal ini memudahkan akses bagi pasien dari luar daerah, terutama pekerja sektor pertambangan dan migas yang menjadi pasar potensial.
”Bisnis rumah sakit adalah sektor berkelanjutan. Mengingat layanan spesifik otak dan jantung masih terbatas di Indonesia Timur, kami mendorong kajian rencana ekspansi ke depan seiring meningkatnya reputasi dan hunian (BOR),” jelas Arfan.
Langkah penguatan layanan kesehatan ini juga disebut sebagai komitmen Pertamina dalam mendukung visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya pada poin penguatan layanan kesehatan nasional.
Melalui Pertamina Bina Medika IHC (IHC), perusahaan berkomitmen mengelola rumah sakit secara profesional dan berdaya saing global.
Direktur Komersial PT Pertamina Bina Medika IHC, dr. Harmeni Wijaya, MD, menyatakan bahwa pihaknya akan terus memperkuat RSOJ Makassar sebagai pusat rujukan utama di kawasan Timur Indonesia.
”Kami terus meningkatkan teknologi medis dan kompetensi SDM agar RSOJ dapat berkontribusi optimal bagi sistem kesehatan nasional,” pungkas dr. Harmeni.
Hadir dalam kunjungan tersebut jajaran pimpinan lainnya, termasuk Direktur Pemasaran Pusat dan Niaga PT Pertamina Patra Niaga Alimuddin Baso, serta Direktur RSOJ Pertamina Makassar dr. Hendry Suryono.



















