Jaguarinfo.id, Manado – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Tomohon, Sulawesi Utara, berujung duka setelah ratusan pelajar mengalami keracunan massal pada Senin (26/1). Insiden medis ini menimpa siswa dari tiga sekolah berbeda, yakni SMA Karitas Tomohon, SMK Negeri 1 Woloan, dan SMA Santa Familia Tomohon.
Para korban kini menjalani perawatan intensif di sejumlah fasilitas kesehatan. Data sementara menunjukkan 50 orang berada di RS Gunung Maria, 12 orang di RS Bethesda, 15 orang di RSUD Anugerah, serta dua korban lainnya di RS Siloam Sonder.
Rata-rata siswa mengeluhkan gejala serupa berupa pusing hebat yang disertai muntah-muntah. Kondisi ini muncul beberapa jam setelah mereka menyantap paket makanan yang dibagikan di sekolah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Polisi Uji Sampel Makanan SPPG Kolongan
Aparat kepolisian bergerak cepat merespons kejadian luar biasa yang mengguncang warga Tomohon ini. Satreskrim Polres Tomohon telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat untuk mengidentifikasi penyebab pasti keracunan.
Kasatreskrim Polres Tomohon, Iptu Royke Mantiri, mengonfirmasi bahwa pihaknya tengah mengumpulkan bukti-bukti di lapangan. Penyelidikan kini terfokus pada asal muasal makanan yang dikonsumsi para siswa tersebut.
”Kami mendapatkan informasi pukul 19.00 malam pada 26 Januari 2026, kami langsung mencari data, dan mendapatkan data ada sekitar 111 siswa yang diduga keracunan, nah tindakan kami, kami langsung berkoordinasi dengan pihak dinkes untuk mengambil sampel makanan dari Sppg Kolongan Tomohon dan sampel muntahan korban,” ujar Iptu Royke Mantiri saat ditemui di Polda Sulut, Selasa (27/1).
Di sisi lain, petugas juga telah mendatangi pihak penyedia makanan untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Proses klarifikasi ini menjadi langkah awal untuk melihat adanya potensi kelalaian dalam prosedur pengolahan makanan.
”Kami juga sudah meminta klrifikasi pihak sppg terkait hal ini. Data selanjutnya kami masih sementara kumpulkan nanti kita informasikan,” tambah Iptu Royke.
















