Jaguarinfo.id, Jakarta – Bank Indonesia (BI) resmi memperkuat konektivitas pembayaran lintas negara dengan bergabung dalam Proyek Nexus pada awal Februari 2026. Langkah strategis ini mewujudkan interkoneksi sistem pembayaran yang lebih efisien bagi masyarakat dan pelaku usaha di tanah air. BI bersinergi dengan lima bank sentral lainnya untuk mengimplementasikan solusi transaksi instan di kawasan regional.
Gubernur BI, Perry Warjiyo, menjelaskan bahwa keikutsertaan Indonesia merupakan upaya menyediakan layanan keuangan yang terjangkau. Indonesia saat ini menjadi salah satu koridor remitansi terbesar di dunia, baik sebagai pengirim maupun penerima dana. Oleh karena itu, kehadiran Proyek Nexus akan mempermudah alur modal dan mempererat hubungan ekonomi antarnegara.
BI berkomitmen penuh untuk menghubungkan sistem pembayaran domestik, BI-FAST, ke dalam jaringan Nexus Global Payments (NGP). Integrasi ini bertujuan meningkatkan efisiensi transaksi antarnegara tanpa mengabaikan kedaulatan ekonomi nasional. Selain itu, BI memastikan bahwa proses kliring dan setelmen tetap berlangsung di dalam negeri meskipun jangkauan layanan semakin luas.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Program ini merupakan bagian dari implementasi Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2030 yang sangat ambisius. Selanjutnya, langkah ini selaras dengan kerangka konektivitas pembayaran regional yang menjadi agenda utama ASEAN sejak tahun 2022. BI percaya bahwa sistem yang terintegrasi akan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di seluruh yurisdiksi yang terlibat.
Komitmen Remitansi Global yang Efisien
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menegaskan komitmen lembaga dalam memperluas jaringan pembayaran ini. “Sinergi antara BI dan NGP mendukung penuh agenda reformasi pembayaran lintas negara yang dicanangkan oleh G20,” ujar Ramdan. Pihaknya akan terus berkolaborasi dengan otoritas global demi menciptakan sistem keuangan yang inklusif dan aman.
















