Sinergi BI dan Pemkab Perkuat Ekonomi Daerah Minahasa Utara

- Aldy Pascoal

Rabu, 11 Maret 2026 - 00:15 WITA

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Daerah Minahasa Utara, Novly G. Wowiling (tengah), berfoto bersama Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Utara, Renold Asri, dan Kepala OJK Sulutgoro, Robert H.P. Sianipar, usai penandatanganan komitmen bersama dalam High Level Meeting TPID, TP2DD, dan TPKAD di Minahasa Utara, Rabu (11/3/2026). FOTO : BI Sulut

Sekretaris Daerah Minahasa Utara, Novly G. Wowiling (tengah), berfoto bersama Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Utara, Renold Asri, dan Kepala OJK Sulutgoro, Robert H.P. Sianipar, usai penandatanganan komitmen bersama dalam High Level Meeting TPID, TP2DD, dan TPKAD di Minahasa Utara, Rabu (11/3/2026). FOTO : BI Sulut

Jaguarinfo.id, Minahasa Utara – Bank Indonesia bersama Pemkab Minahasa Utara menggelar High Level Meeting (HLM) untuk mempercepat ekonomi daerah Minahasa Utara. Langkah strategis ini melibatkan TPID, TP2DD, dan TPKAD demi menjaga stabilitas harga serta mendorong pertumbuhan ekonomi Minut. Sekretaris Daerah Minut, Novly G. Wowiling, memimpin langsung pertemuan yang berlangsung produktif ini pada Rabu (11/3/2026).

Pemerintah fokus menjaga daya beli masyarakat melalui pemantauan harga pasar yang ketat. Novly Wowiling menjelaskan bahwa koordinasi antarlembaga menjadi kunci utama dalam membangun struktur ekonomi yang kokoh.

“TPID memiliki peran strategis untuk menjaga ketersediaan pasokan dan memastikan distribusi barang berjalan lancar ke masyarakat,” tegas Novly dalam sambutannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Deputi Kepala Perwakilan BI Sulawesi Utara, Renold Asri, menambahkan bahwa tahun ini program pengendalian pangan mengalami transformasi signifikan.

Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) kini berganti menjadi Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS). Menurut Renold, fokus utama gerakan ini adalah integrasi pusat dan daerah yang lebih solid.

Baca Juga :  Konsumen Sulawesi Utara Tetap Optimis, Angka Keyakinan Lampaui Nasional

​”Kabupaten Minut perlu meningkatkan produktivitas melalui penguatan kelembagaan petani dan peran BUMD dalam rantai pasok,” ujar Renold.

Ia menyarankan penguatan kerja sama dengan Koperasi Wale Tani Mapalus untuk mengamankan stok komoditas strategis. Selain itu, integrasi ini bertujuan agar ketahanan pangan daerah tetap terjaga di tengah ketidakpastian cuaca.

Selain inflasi, pemerintah daerah serius menggarap aspek digitalisasi transaksi untuk meningkatkan transparansi keuangan.

TP2DD terus mendorong penggunaan uang elektronik dalam berbagai pemungutan retribusi daerah.

Sinergi dengan perbankan, baik Bank RKUD maupun Himbara, menjadi langkah nyata dalam memperluas ekosistem ekonomi digital yang inklusif bagi seluruh warga. Namun, tantangan besar masih terlihat pada sektor pembiayaan yang belum merata.

Kepala OJK Sulutgoro, Robert Sianipar, menyoroti adanya kesenjangan penyaluran kredit pada sektor unggulan. Meskipun pertanian menyumbang PDRB terbesar, namun kucuran dana justru lebih banyak mengalir ke sektor perdagangan.

Baca Juga :  Eksekusi Lahan Airmadidi Nyaris Ricuh, Kuasa Hukum Siapkan Perlawanan

​”Kita perlu memperkuat kapasitas ekosistem usaha agar sektor pertanian menjadi lebih bankable bagi lembaga keuangan,” ungkap Robert. Beliau menekankan bahwa peningkatan literasi keuangan sangat penting agar petani mampu mengelola risiko usaha dengan lebih baik. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan akses keuangan UMKM secara signifikan.

​Komitmen Kerja Sama Antar Daerah

​Acara ini mencapai puncaknya dengan penandatanganan kerja sama (KAD) antara Pemkab Minut dan Pemkab Gorontalo terkait komoditas beras.

Langkah nyata ini bertujuan untuk saling menopang kebutuhan pangan antarwilayah. Pemerintah juga menyerahkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) secara simbolis kepada pelaku usaha kecil sebagai bentuk dukungan modal kerja.

​Melalui program Simpanan Pelajar (SIMPEL), pemerintah ingin menanamkan budaya menabung sejak dini kepada generasi muda. Sinergi lintas sektor ini membuktikan bahwa penguatan ekonomi daerah Minahasa Utara memerlukan komitmen kolektif.

Dengan integrasi data dan kebijakan, Minut optimis mampu menghadapi tantangan ekonomi global di masa depan.

ADP

Follow WhatsApp Channel www.jaguarinfo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BREAKING NEWS ! Steven Liow dan Christian Iroth Resmi Ditahan Polda Sulut Terkait Dugaan Korupsi Dana Publikasi
Kapolda Sulut Kunjungi Pasar Bersehati, Serap Aspirasi Pedagang dan Tegaskan Layanan Polisi 110
BI Sulut Boyong Jurnalis Ikuti Workshop Kode Etik Jurnalistik di Tempo Media Group
BPJS Ketenagakerjaan Manado Gandeng RSIA Kirana Perkuat Layanan Kecelakaan Kerja
Kapolda Sulut dan Wali Kota Manado Salurkan 68.000 Liter Air Bersih ke Siladen dan Manado Tua
Kapolda Sulut Bersama Wali Kota Manado Tanam Mangrove di Bunaken
PT DAW Edukasi Konsumen, Kenali Perbedaan Brake Pad dan Brake Shoe Honda
TPID Sulut Datangkan 2,07 Ton Cabai Rawit dari Lombok, Harga Turun Jadi Rp50 Ribu per Kg
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:19 WITA

BREAKING NEWS ! Steven Liow dan Christian Iroth Resmi Ditahan Polda Sulut Terkait Dugaan Korupsi Dana Publikasi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:14 WITA

Kapolda Sulut Kunjungi Pasar Bersehati, Serap Aspirasi Pedagang dan Tegaskan Layanan Polisi 110

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:08 WITA

BI Sulut Boyong Jurnalis Ikuti Workshop Kode Etik Jurnalistik di Tempo Media Group

Kamis, 22 Oktober 2026 - 01:29 WITA

BPJS Ketenagakerjaan Manado Gandeng RSIA Kirana Perkuat Layanan Kecelakaan Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 - 00:33 WITA

Kapolda Sulut dan Wali Kota Manado Salurkan 68.000 Liter Air Bersih ke Siladen dan Manado Tua

Berita Terbaru