Jaguarinfo.id, Minahasa Utara – Bank Indonesia bersama Pemkab Minahasa Utara menggelar High Level Meeting (HLM) untuk mempercepat ekonomi daerah Minahasa Utara. Langkah strategis ini melibatkan TPID, TP2DD, dan TPKAD demi menjaga stabilitas harga serta mendorong pertumbuhan ekonomi Minut. Sekretaris Daerah Minut, Novly G. Wowiling, memimpin langsung pertemuan yang berlangsung produktif ini pada Rabu (11/3/2026).
Pemerintah fokus menjaga daya beli masyarakat melalui pemantauan harga pasar yang ketat. Novly Wowiling menjelaskan bahwa koordinasi antarlembaga menjadi kunci utama dalam membangun struktur ekonomi yang kokoh.
“TPID memiliki peran strategis untuk menjaga ketersediaan pasokan dan memastikan distribusi barang berjalan lancar ke masyarakat,” tegas Novly dalam sambutannya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Deputi Kepala Perwakilan BI Sulawesi Utara, Renold Asri, menambahkan bahwa tahun ini program pengendalian pangan mengalami transformasi signifikan.
Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) kini berganti menjadi Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS). Menurut Renold, fokus utama gerakan ini adalah integrasi pusat dan daerah yang lebih solid.
”Kabupaten Minut perlu meningkatkan produktivitas melalui penguatan kelembagaan petani dan peran BUMD dalam rantai pasok,” ujar Renold.
Ia menyarankan penguatan kerja sama dengan Koperasi Wale Tani Mapalus untuk mengamankan stok komoditas strategis. Selain itu, integrasi ini bertujuan agar ketahanan pangan daerah tetap terjaga di tengah ketidakpastian cuaca.
Selain inflasi, pemerintah daerah serius menggarap aspek digitalisasi transaksi untuk meningkatkan transparansi keuangan.
TP2DD terus mendorong penggunaan uang elektronik dalam berbagai pemungutan retribusi daerah.
Sinergi dengan perbankan, baik Bank RKUD maupun Himbara, menjadi langkah nyata dalam memperluas ekosistem ekonomi digital yang inklusif bagi seluruh warga. Namun, tantangan besar masih terlihat pada sektor pembiayaan yang belum merata.
Kepala OJK Sulutgoro, Robert Sianipar, menyoroti adanya kesenjangan penyaluran kredit pada sektor unggulan. Meskipun pertanian menyumbang PDRB terbesar, namun kucuran dana justru lebih banyak mengalir ke sektor perdagangan.
”Kita perlu memperkuat kapasitas ekosistem usaha agar sektor pertanian menjadi lebih bankable bagi lembaga keuangan,” ungkap Robert. Beliau menekankan bahwa peningkatan literasi keuangan sangat penting agar petani mampu mengelola risiko usaha dengan lebih baik. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan akses keuangan UMKM secara signifikan.
Komitmen Kerja Sama Antar Daerah
Acara ini mencapai puncaknya dengan penandatanganan kerja sama (KAD) antara Pemkab Minut dan Pemkab Gorontalo terkait komoditas beras.
Langkah nyata ini bertujuan untuk saling menopang kebutuhan pangan antarwilayah. Pemerintah juga menyerahkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) secara simbolis kepada pelaku usaha kecil sebagai bentuk dukungan modal kerja.
Melalui program Simpanan Pelajar (SIMPEL), pemerintah ingin menanamkan budaya menabung sejak dini kepada generasi muda. Sinergi lintas sektor ini membuktikan bahwa penguatan ekonomi daerah Minahasa Utara memerlukan komitmen kolektif.
Dengan integrasi data dan kebijakan, Minut optimis mampu menghadapi tantangan ekonomi global di masa depan.
ADP
















