Jaguarinfo.id, Manado – Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Utara resmi memulai Operasi Ketupat Samrat 2026 melalui apel gelar pasukan di Lapangan Presisi Mapolda Sulut, Kamis (12/03/2026) pagi. Langkah ini merupakan bentuk kesiapan Polri dalam memberikan pengamanan Idul Fitri 1447 H agar masyarakat dapat merayakan hari raya dengan aman.
Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, memimpin langsung apel tersebut bersama Kapolda Sulut, Irjen Pol Roycke Harry Langie.
Pemerintah daerah dan kepolisian menyiagakan sedikitnya 623 personel gabungan untuk mengawal jalur mudik di seluruh wilayah hukum Sulawesi Utara.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain mengerahkan pasukan, tim pengamanan juga membangun 80 pos strategis yang terdiri dari pos pengamanan, pelayanan, dan terpadu. Penempatan pos-pos ini bertujuan untuk mempercepat respon petugas jika terjadi kendala di lapangan selama masa libur panjang berlangsung.
Selanjutnya, aparat akan memfokuskan pengawasan pada titik rawan kriminalitas dan kemacetan. Kapolda Sulut, Irjen Pol Roycke Harry Langie, menjelaskan bahwa operasi terpusat ini melibatkan sinergi antara TNI, Pemda, serta instansi terkait lainnya. Kerja sama lintas sektoral menjadi kunci utama untuk mengantisipasi gangguan kamtibmas hingga potensi bencana alam di jalur mudik darat, laut, maupun udara.
Pelayanan Maksimal Arus Mudik Sulawesi Utara
Polda Sulut berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi para pemudik yang menuju maupun meninggalkan wilayah Sulawesi Utara. Irjen Pol Roycke Harry Langie menegaskan bahwa keselamatan warga menjadi prioritas paling tinggi sesuai instruksi Kapolri.
Petugas tidak hanya menjaga tempat ibadah, tetapi juga memantau pusat perbelanjaan, lokasi wisata, hingga rumah kosong yang ditinggalkan pemiliknya.
”Intinya kita memberikan pelayanan supaya mudik aman, keluarga bahagia. Itu adalah arahan utama dari Bapak Kapolri,” ujar Irjen Pol Roycke Harry Langie usai pelaksanaan apel.
Kemudian, pihak kepolisian bakal memperketat pengawasan terhadap peredaran minuman keras, senjata tajam, hingga petasan selama Operasi Ketupat Samrat 2026.
Penertiban ini bertujuan menciptakan suasana kondusif sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan tenang.
Operasi ini rencananya akan berlangsung selama 13 hari, terhitung mulai tanggal 13 hingga 25 Maret 2026 mendatang.
ADP
















