Jaguarinfo.id, Manado – Bank Indonesia bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menggelar High Level Meeting (HLM) gabungan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara. Pertemuan strategis ini menyatukan TPID, TP2DD, TP2ED, TPAKD, hingga KDEKS guna menjaga stabilitas ekonomi Sulut. Sinergi lintas sektor menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan ekonomi global dan regional pada tahun 2026.
Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, memimpin langsung jalannya pertemuan yang berlangsung di Manado pada Selasa (24/2/2025). Ia menekankan bahwa kolaborasi antar-sektor adalah fondasi bagi pembangunan yang berkelanjutan. Yulius menginstruksikan penguatan ketahanan pangan melalui produktivitas padi serta peran aktif BUMD untuk menekan laju inflasi di Bumi Nyiur Melambai.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Utara, Joko Supratikto, menjelaskan bahwa harga yang stabil dan perluasan akses keuangan adalah fondasi bersama. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara yang berkualitas memerlukan kolaborasi pola pentahelix. Hal ini melibatkan akademisi, pelaku bisnis, pemerintah, komunitas, hingga media massa secara terintegrasi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
”Kita memerlukan kolaborasi inovatif melalui sinergi lima tim untuk menjaga stabilitas harga sekaligus mengakselerasi pertumbuhan ekonomi yang inklusif,” ujar Joko Supratikto saat memberikan pemaparan. Ia menambahkan bahwa digitalisasi transaksi daerah akan memperkuat struktur fiskal di seluruh Kabupaten dan Kota.
Sektor keuangan juga memegang peran vital dalam memperluas akses masyarakat terhadap layanan perbankan yang berkualitas. Kepala OJK SulutGo, Robert Sianipar, menyatakan bahwa pembangunan sektor keuangan harus masuk dalam skala prioritas pembangunan daerah. Ia mendorong alokasi anggaran yang memadai untuk mendukung kapasitas kelembagaan di tiap wilayah.
”Pembangunan sektor keuangan merupakan elemen penting untuk menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mendorong percepatan pertumbuhan daerah melalui layanan inklusif,” tegas Robert. Langkah ini bertujuan agar petani, nelayan, dan pelaku UMKM mendapatkan akses pembiayaan produktif yang lebih mudah dan cepat.
Transformasi Ekosistem Halal dan Dana Sosial
Selain fokus pada sektor konvensional, transformasi ekonomi syariah kini menjadi mesin baru bagi akselerasi ekonomi daerah. Wakil Direktur Eksekutif KDEKS, Dr. Hj. Radlyah Hasan Jan, memaparkan tiga fokus utama yakni produk halal, perbankan syariah, dan zakat nasional. Pihaknya tengah menyiapkan Lembaga Pengelolaan Dana Umat Daerah (LPDUD) untuk mengoptimalkan potensi wakaf produktif.
”Akselerasi tahun 2026 mencakup sertifikasi halal bagi UMKM dan penguatan tata kelola zakat melalui digitalisasi demi kesejahteraan umat,” ungkap Radlyah. Penutup agenda HLM ini menghasilkan kesepakatan rencana kerja strategis dari para Bupati dan Walikota se-Sulawesi Utara untuk memastikan keberlanjutan pembangunan ekonomi di daerah masing-masing.
















