Jaguarinfo.id, Makassar – Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) terhadap kecelakaan pesawat di wilayah pegunungan Sulawesi Selatan membuahkan hasil signifikan. Hingga Kamis (22/1/2026), tim SAR gabungan berhasil menemukan enam korban di sekitar lokasi jatuhnya pesawat.
Dari enam korban yang ditemukan, satu jenazah telah berhasil dievakuasi dari dasar jurang sedalam 350 meter menuju puncak Gunung Bulusaraung untuk proses identifikasi lebih lanjut.
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Basarnas Makassar, Andi Sultan, mengungkapkan bahwa operasi pencarian hari ini difokuskan pada penyisiran intensif di sektor puncak, tepatnya di sekitar titik penemuan bagian ekor pesawat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
”Penyisiran dimulai pukul 07.53 WITA oleh personel tim puncak di sisi kiri garis pencarian. Pemantauan juga diperkuat melalui udara menggunakan helikopter Caracal,” ujar Andi Sultan dalam keterangan resminya, Kamis.
Antara pukul 09.22 hingga 10.11 WITA, tim di lapangan berhasil mendeteksi keberadaan enam korban. Menariknya, para korban ditemukan di area yang bersih dari puing-puing pesawat.
”Keenam korban ditemukan pada koordinat yang berdekatan, namun berada di area yang minim serpihan pesawat. Jarak antar jenazah sekitar 50 meter satu sama lain,” lanjutnya.
Proses evakuasi saat ini menghadapi tantangan besar akibat topografi yang sangat ekstrem. Satu jenazah (paket) berhasil diangkat dari kedalaman jurang 350 meter ke titik aman di puncak gunung. Namun, lima jenazah lainnya masih menunggu giliran evakuasi.
Selain medan yang terjal, faktor cuaca menjadi kendala utama. Sebuah helikopter Bell 429 yang dikerahkan untuk melakukan dropping personel dan logistik terpaksa membatalkan misi.
”Helikopter harus kembali ke home base di Lanud Sultan Hasanuddin karena kondisi cuaca di lokasi tidak memungkinkan. Jarak pandang sangat terbatas dan cuaca berubah dengan cepat,” jelas Andi.
Fokus Operasi Selanjutnya
Saat ini, seluruh unsur SAR yang tersebar di beberapa SRU (Search and Rescue Unit) telah diarahkan menuju titik koordinat penemuan korban untuk mempercepat proses evakuasi darat.
Basarnas menegaskan bahwa operasi akan terus dilanjutkan dengan tetap mengutamakan keselamatan personel di tengah medan yang berbahaya.
”Kami berkomitmen melakukan upaya terbaik untuk mengevakuasi seluruh korban yang telah ditemukan secepat mungkin, menyesuaikan dengan dinamika cuaca di lapangan,” pungkas Andi.
















