Jaguarinfo.id, Manado – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Utara baru saja merilis data terbaru mengenai kondisi ketenagakerjaan daerah, di Kantor BPS Sulut Kamis, 05/02/26.
Hasil Survei Angkatan Kerja Nasional menunjukkan Tingkat Pengangguran Terbuka Sulawesi Utara pada November 2025 berada pada angka 5,78 persen.
Capaian ini menandakan bahwa angka pengangguran Sulut mengalami tren penurunan yang positif jika kita membandingkannya dengan periode Agustus 2025.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kondisi ketenagakerjaan di Bumi Nyiur Melambai menunjukkan geliat yang cukup menggembirakan dalam setahun terakhir. Sejak Februari 2024 hingga November 2025, angka tersebut terus melandai secara bertahap. Penurunan sebesar 0,21 persen poin dari posisi Agustus 2025 membuktikan bahwa pasar kerja mulai menyerap lebih banyak tenaga kerja lokal. Saat ini, perhitungannya setara dengan enam orang pencari kerja dari setiap 100 orang dalam angkatan kerja.
Namun, distribusi pengangguran ini masih memperlihatkan perbedaan yang cukup mencolok antara kelompok laki-laki dan perempuan. Kelompok perempuan mencatatkan angka sebesar 6,65 persen, sedangkan laki-laki berada pada posisi lebih rendah yaitu 5,29 persen. Meskipun demikian, kelompok perempuan justru mengalami penurunan yang signifikan daripada laki-laki. Selain itu, masyarakat di wilayah perkotaan cenderung lebih sulit mendapatkan pekerjaan ketimbang warga di pedesaan.
Fakta menarik muncul saat kita melihat latar belakang pendidikan para pencari kerja tersebut. Tamatan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) masih mendominasi urutan tertinggi meskipun jumlahnya menyusut drastis. Sebaliknya, lulusan perguruan tinggi justru mengalami kenaikan persentase pencari kerja yang cukup tinggi pada periode ini. Hal ini menjadi catatan penting bagi pemerintah daerah dalam menyelaraskan kurikulum pendidikan dengan kebutuhan industri.
Secara keseluruhan, lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) menjadi penyumbang terbesar dalam total distribusi pengangguran di Sulawesi Utara. Kelompok ini mencakup lebih dari sepertiga dari total masyarakat yang belum bekerja. Sementara itu, warga dengan latar belakang pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) mencatatkan persentase paling rendah. Perubahan data ini menunjukkan dinamika yang cepat dalam pasar kerja Sulawesi Utara menjelang akhir tahun 2025.
















